Sendiri

Mengalir di udara sepi
Seakan rinai
dan Ratapan sukmaku
Waktu kawanan peri
beterbangan
di gugusan awan Mei

Runcing pohon cemara
memagut dan melecut
suara angin
seakan langkah mayat
melengoskan dahaknya
ke bumi

Ah, jalan begitu gelapnya di situ
di ujung jalan itu
dan di kejauhan
antara dengus hantu

Dan kini, antara bauran kekacauan pikiran
dan kebosanan
dan kegelisahan
kujotoskan tanganku
dan kutindas kata-kata keyakinanku

Mengalir di udara sepi
Seakan rinai
dan Ratapan sukmaku
Waktu kawanan peri
beterbangan
di gugusan awan Mei.

1970
Puisi: Sendiri
Puisi: Sendiri
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami
Loading...

Post A Comment:

0 comments: