1970

Puisi: Kuntum Kenang (Karya Fridolin Ukur)

Kuntum Kenang Untuk keluarga: H.P. Kaufmann         Hati berlari mendetiki kefanaan         menghitung bunga-bunga putih         bertebaran…

Puisi: Nelayan Pantai Barat (Karya Lazuardi Anwar)

Nelayan Pantai Barat Bukit curam bukit batu menggeliat dipanggang hari pecah-pecah ombak bersimpuh di lututnya matahari terjun ke balik batu karang. …

Puisi: Kolom-Kolom A (Karya F. Rahardi)

Kolom-Kolom A jadi mulai saat ini kita harus lebih berhati-hati terhadap : sunyi sebab apapun yang ia tampilkan balet – opera – dram…

Puisi: Di Sehelai Daun (Karya Rayani Sriwidodo)

Di Sehelai Daun di sehelai daun seorang bidadari hinggap mengeluskan jemari sepasang kupu-kupu sedang bercumbu menyingkir buru-buru tangkai bergoyang…

Puisi: Manusia Pertama di Angkasa Luar (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Manusia Pertama di Angkasa Luar Beritakan kepada dunia Bahwa aku telah sampai pada tepi Darimana aku tak mu…

Puisi: Monginsidi (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Monginsidi Untuk kamu yang suka baca puisi ataupun suka baca buku, kamu juga bisa memanfaatkan Google Play untuk beli buku kesukaanmu. Namun, jika…

Puisi: Pertama, Kedua, Ketiga (Karya T. Mulya Lubis)

Pertama, Kedua, Ketiga sepi itu ada tiga dinding perut bunda adalah yang pertama sembilan bulan kumencintainya sepi yang kedua itulah dunia bersama i…

Puisi: Lebaran di Tengah-Tengah Gelandangan (Karya Bahrum Rangkuti)

Lebaran di Tengah-Tengah Gelandangan Di pinggir empang Pondok Cabe antara bukit-bukit bambu dan pohon cemara mulai menguntum apa y…

Puisi: Baitul Makdis, pada Malam Israk (Karya Abdul Hadi WM)

Baitul Makdis, Pada Malam Israk Kita tunggu gemintang, mengerdipkan matanya lembut kita tunggu angin mencecah arusnya kencang suara laut di ba…

Puisi: Buat Siapa (Karya Iman Budhi Santosa)

Buat Siapa sampai tak ada hitam putihnya mata jauh ke depan, jatuh entah dilepaskan jadi menanti ia susah dialamatkan diam tambah menusuk ranjang tak…

Puisi: Bunda (Karya Bahrum Rangkuti)

Bunda Kemarin aku datang padamu. Di tanganku kain bersulam dan ketupat santan, masakan mantumu sehari yang lalu. Tak datang ia ber…

Puisi: Gerimis Senja Sepanjang Jalan (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Gerimis Senja Sepanjang Jalan Gerimis senja sepanjang jalan, gerimis rinyai mempersenja cuaca, mempersenyap kota ada suara-suara letihku yang tersisa…

Puisi: Anak-anakku (Karya Bahrum Rangkuti)

Anak-anakku Hari menanjak siang. Malam berangsur hilang dari permukaan bumi Kelian tumbuh dan besar dalam sentuhan suci dan ci…
© Sepenuhnya. All rights reserved.