Puisi: Orang-Orang Hukuman setelah Senja (Karya Leon Agusta) Orang-Orang Hukuman setelah Senja Sepi itu kembali hinggap ke bumi Sepi yang berlanjut Ke pusat larut Sementara itu awan-awan …
Puisi: Metafisik (Karya Aldian Aripin) Metafisik Dunia di luar dunia Gelombang arwah Tak terjemba Luput dari mata. Dunia di luar dunia Khidmat dan mulia …
Puisi: Variasi pada Suatu Pagi (Karya Sapardi Djoko Damono) Variasi Pada Suatu Pagi (1) sebermula adalah kabut; dan dalam kabut senandung lonceng, ketika selembar daun luru…
Puisi: Atas Namaku (Karya Iman Budhi Santosa) Atas Namaku atas namaku angin pun selesai bertiup dalam sajak dan sepi hidup menggeraikan sayap-sayapnya antara jam…
Puisi: Matilah Kau Bulan (Karya T. Mulya Lubis) Matilah Kau Bulan Barangkali sepi telah sampai di langit. Bersimpuh membelakangi bumi — menghadap bulan : matilah kau bulan T'lah mampus bumi Lec…
Puisi: Kepada A (Karya T. Mulya Lubis) Kepada A (1) ketika kubuka bajumu dosa tersangkut di tengkorak nafasku satu-satu berahi yang rindu terjatuh ke sepatu sebuah puisi larut jadi batu se…
Puisi: Rakaat Sembahyang Tengah Malam (Karya Karno Kartadibrata) Rakaat Sembahyang Tengah Malam Rakaat sembahyang tengah malam kubawa dalam pelukan Ah, apa yang dapat dicapai dengan tangan ketika berlari-larian apa…
Puisi: Manoa Valley, Honolulu (Karya Sapardi Djoko Damono) Manoa Valley, Honolulu mula-mula jalan setapak yang berakhir di sebuah lorong kecil. Mula-mula matahari pertama yang membimbing kita ke kaki bukit ta…
Puisi: Nyanyian Ladang (Karya Subagio Sastrowardoyo) Nyanyian Ladang Kau akan cukup punya istirah Di hari siang. Setelah selesai mengerjakan sawah Pak tani, jangan menangis Kau akan cukup pun…
Puisi: Romusha (Karya D. Zawawi Imron) Romusha tamu bermata buah nyamplung adalah lelaki penjual bangsa menegak di ambang pendapa, -- hai lurah tolol! romusha yang kaujanjikan …
Puisi: Kepada Sebuah Airterjun (Karya Surachman R.M.) Kepada Sebuah Airterjun Adakah kata-kata yang bisa kutempa agar mampu menjelmakan suara kemahabesaranmu? Rasanya 'kan percuma saja. Segal…
Puisi: Dengan Temanku Alex (Karya Leon Agusta) Dengan Temanku Alex Dingin menyusup tajam Menembus rabuku basah mengerang Tak ada album. Atau catatan kenang-kenangan Teman ram…
Puisi: Dari Besakih (Karya Sanento Juliman) Dari Besakih gunung dari semua gunung bersidekap agung ketika di langit hanya biru hanya sunyi yang satu jauh di bawah lambaian kelapa dan jauh laut …
Puisi: Warna-Warna (Karya Iwan Fridolin) Warna-Warna Di kolong jembatan perempuan dan bulan dan Tuhan Sepanjang jalanan debu dan setan dan penjaga koran Dalam biara dupa dan sorga dan genta …
Puisi: Sehabis Sembahyang Subuh (Karya Apip Mustopa) Sehabis Sembahyang Subuh debu masih tidur di tiap jalanan nyenyak sehabis berpusing seharian jika hari bangkit menyertai kasab manusia iapun menggeli…