Puisi: Kasidah Adib Izetbegovic untuk Madihah Hazanotsdji Karya: Abdul Wachid B. S.
Kasidah Adib Izetbegovic
untuk Madihah Hazanotsdji

Dengan tangan dan hati penuh bunga
janji pengantin telah diucapkan
Tahun lalu sudah
Madihah Hazanotsdji
dan kini tiba-tiba aku harus mencarimu
di antara reruntuhan
masjid dan rumah-rumah
Aku hanya punya hati dan janji
Maka kubawa jantung dan sahadatku
dengan kepala dipenuhi impian pelangi
Seperti kupu-kupu mencari madu
demikianlah aku mencarimu
Sebab janji pengantin telah dituliskan
sejak hari Alastu
Sebab pengantin berarti kehidupan
bagi bumi Bosnia

Tapi kini
tak seorang pun kutemukan di jalan-jalan
dan gang yang kumuh
selain salak panser dan desing peluru
serta sisa sperma yang berceceran di antara
mayat wanita dengan pinggul memar
dan payudara terbongkar
Sedang sungai Drina kian lamban
penuh nanah kehitaman
Di tepiannya botol-botol kosong
berserakan
menguapkan aroma arak-nabizd Serbia

Di mana menungguku, Madihah Hazanotsdji
Apakah kau menjelma masadepan Herzegovina
yang tak kunjung datang?

Kita akan menjadi pengantin untuk segala
yang bernama rumah
Lantaran rumah, Tuhan menegakkan tangga surga
pada hari ini
Di dalamnya anak-anak kita akan berbiak
seperti kehijauan sayur-mayur
Bosnia kita kemarin

Tapi kini, segala dan semua tiba-tiba berubah
Jalan-jalan dipenuhi sepatu
serdadu, vodca, dan celana dalam

Tapi kita masih punya cinta
yang menjadi selimut tebal, roti
bahkan bom-mortir yang siap meledakkan
Madihah Hazanotsdji pengantinku, catatlah ini:

Ketika kuketuki pintu-pintu mencarimu
Dari udara beratus kelelawar Serbia
meludahiku dengan cairan baja dan ramuan kimia
Ini hampir seluruh diriku luluh
kembali ke tanah
Tinggallah gumam takbir tanpa akhir
sela debu
Ada tanganku yang terus bergerak perlahan
menyurat puisi
panjang sekali.

1992
Puisi: Kasidah Adib Izetbegovic untuk Madihah Hazanotsdji
Puisi: Kasidah Adib Izetbegovic untuk Madihah Hazanotsdji
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: