Ruh

Ruh meratap dan bersedih, sayang
menggetar dalam permainan api
mahadahsyat ini
Ruh tiada tidur, mengembara dengan sayapnya
kudus dan putih

Hutan-hutan hangus terbakar
Ruh terbang dan minum arak
Dikoyak-koyak keinginan
Ruh meratap dan bersedih, sayang

Dan di bibir jasad yang bermimpi ini
Ruh mendahaga dan berlagu pedih

Dengan jasad
Ruh punya jarak waktu - memintas-mintas
Jam dinding yang biru.

1969
Puisi: Ruh
Puisi: Ruh
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami

Post A Comment:

0 comments: