Solitude

Tiada lagi siul burung
semak, pohonan dan samar gunung
hari jadi murung dan ditiup
angin laut yang sayup.

Demikianlah dinginnya sekarang danau
dan matahari musim hujan, serta bayangan
cemara dalam sisa lewat kemarau
tinggal beberapa daun hangus di puncak.

Kita sekarang berjalan dan menatap
awan yang perlahan dan engkau
lebih kemelut
mengunyah hari dingin dan menyergap
air seperti es kecil-kecil, menyapu
menyapu dahimu.

Sekarang tiada lagi siul burung
semak, pohonan dan samar gunung
dalam kabut. Dan engkau menatap
dua rindu yang dalam galau jiwa
aku diam, hari jadi murung, kemudian lewat
barisan gelisah dalam upacara tanpa nyanyian.

Puisi: Solitude
Puisi: Solitude
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Puisi Maju karya Chairil Anwar
Loading...

Post A Comment:

0 comments: