Puisi Abdul Hadi WM

Puisi: Senja Susut dan Wajahmu (Karya Abdul Hadi WM)

Senja Susut dan Wajahmu Lewat jendela Senja susut dalam ruang Kau saksikan Aku sendiri sayang Dan wajah ya…

Puisi: Dan Angin di Luar Jendela (Karya Abdul Hadi WM)

Dan Angin di luar Jendela Lampu padam malam mati dan angin di luar jendela yang sayu pun terhenti ruang yang berkemas kumandang hilang lebi…

Puisi: Exodus (Karya Abdul Hadi WM)

Exodus Menyandang beban sunyi ini di sini Menyandang beban salib ini di sini Menyandang kehilangan Yang seakan Genderang mainan dipukul o…

Puisi: Ruh (Karya Abdul Hadi WM)

Ruh Ruh meratap dan bersedih, sayang menggetar dalam permainan api mahadahsyat ini Ruh tiada tidur, mengembara dengan sayapnya kudus dan …

Puisi: Manusia (Gubahan Abdul Hadi WM)

Manusia Kitab-kitab lama mengatakan: Anak-anakku, manusia itu tak sempurna penuh dosa dan kesalahan dan saling bertengkar satu sama lain …

Puisi: Bunga yang Harum (Gubahan Abdul Hadi WM)

Bunga yang Harum Si bunga yang harum indah dan mempesona tak lagi semerbak ia dirampas dan dipetik dari pohonnya lenyap warnanya yang mend…

Puisi: Anak (Karya Abdul Hadi WM)

Anak Anak ingin menangkap gelombang rambutnya memutih seketika Ia mengerti laut dalam tapi tak tahu di mana suaranya terpendam Ketika …

Puisi: Hotel Sanur (Karya Abdul Hadi WM)

Hotel Sanur Sekarang, kitapun kembali di lobbi Kau dan aku. Bercakap-cakap sesudah matahari Angin yang ditiup bulan, Adalah ombak Rombongan buih yang…

Puisi: Ensoi (Karya Abdul Hadi WM)

Ensoi Suara malam, hanya dedaunan Gugur diusir angin ke beranda Dari jauh kemarau. Almanak lepas lagi Melemparkan bumi yang mati Dan di …

Puisi: Kertanegara, Renungan Hari Akhir (Karya Abdul Hadi WM)

Kertanegara: Renungan Hari Akhir         Singosari telah terkepung dari segala penjuru         Di seluruh medan perajurit-perajurit baginda         T…
© Sepenuhnya. All rights reserved.