Puisi: Tuhan, Kita Begitu Dekat (Karya Abdul Hadi WM) Tuhan, Kita Begitu Dekat Tuhan, Kita begitu dekat Sebagai api dengan panas Aku panas dalam apimu Tuhan, Kita begitu dekat Seperti k…
Puisi: Y (Karya Abdul Hadi WM) Y Kita tidak akan bisa tidur kalau tinggal di hotel itu Namun kita akan menuju ke kota itu dan menginap Di hotel yang demikian Pelayannya suka mengom…
Puisi: Laut (Karya Abdul Hadi WM) Laut Dan aku pun memandang ke laut yang bangkit ke arahku selalu kudengar selamat paginya dengan ombak berbuncah-buncah dan selamat pagi laut kat…
Puisi: Elegi (Karya Abdul Hadi WM) Elegi (1) Di sorga: ada juga derita Ketika keranda-keranda putih Dalam gelap gulita Ditarik kereta berkuda Ke sungai perak Ruh-ruhpun…
Puisi: Pemandangan di Dapur (Gubahan Abdul Hadi WM) Pemandangan di Dapur Di dapur ikan-ikan tergeletak terpotong-potong daging sapi atau ayam tergeletak d…
Puisi: Kalianget (Karya Abdul Hadi WM) Kalianget Bulan gerimis kembali Seorang kelasi berbisik dalam nyanyi Tinggal ngungun ngangap ombak Tinggal kapal-kapal. Kapan bertolak. …
Puisi: Seperti Sebuah Doa (Karya Abdul Hadi WM) Seperti Sebuah Doa Lalu melambailah daun-daun bunga kemboja meraih sepinya pada tanah Angin yang sekarang. Dan kita yang membuat ruang bangku kecil d…
Puisi: Doa (Karya Abdul Hadi WM) Doa (1) Kalau ada tangan yang mengulurkan kenyang dari perut nasi hingga enyah lapar ini. Kaulah tangan itu Kalau ada kenyang yang meliputi n…
Puisi: Cengkrik (Karya Abdul Hadi WM) Cengkrik Di celah-celah sayap cengkrik Rumput-rumput membuat suara Angin yang mendengarkan Mendengarkan kesunyian malam Maka ia kembali ke lautan Di …
Puisi: Mereka Menunggu Ibunya (Gubahan Abdul Hadi WM) Mereka Menunggu Ibunya Siapa bilang kehidupan binatang tak ada artinya kulit, tulang dan daging mereka sama dengan kulit, tu…
Puisi: Doa untuk Indonesia (Karya Abdul Hadi WM) Doa untuk Indonesia Tidakkah sakal, negeriku? Muram dan liar Negeri ombak Laut yang diacuhkan musafir karena tak tahu kapan badai keluar da…