Puisi: Di Sini Pengasingan Terjadi (Karya Abdul Hadi WM) Di Sini Pengasingan Terjadi Di sinilah pengasingan terjadi Ketika senyap merendah, rumput-rumput di bumi lahir kembali Sebagai gumpalan kabut. Dan ke…
Puisi: Devenir Pur (Karya Abdul Hadi WM) Devenir Pur Ruang dan waktu. Tiba-tiba mendesak kita. Ketika anginpun menyusup semak-semak, jendela Tanah-tanah mengembang mencari bunga rumputan Dan…
Puisi: Angin Kecil-Kecil dan Musim Menyekap Kita (Karya Abdul Hadi WM) Angin Kecil-Kecil dan Musim Menyekap Kita Di sini angin pun kecil-kecil dan mengusap wajah kita Di luar musim pun menyekap dan engahan udara Menghemb…
Puisi: Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh (Karya Abdul Hadi WM) Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh AKU ingin mengunjungi sebuah negeri tanpa mesjid dan rumah sakit, tanpa kedai minum, lewat peperangan y…
Puisi: Sein Und Zeit (Karya Abdul Hadi WM) Sein Und Zeit Di Malioboro yang membosankan, tahunpun jatuh januari yang putih . Ditiup angin Bulan menghamparkan bayangan gedung-gedung yang dingin …
Puisi: Larut Malam, Hamburg Musim Panas (Karya Abdul Hadi WM) Larut Malam, Hamburg Musim Panas Laut tidur. Langit basah Seakan dalam kolam awan berenang Pada siapakah menyanyi gerimis malam ini Dan ang…
Puisi: Untuk Sebuah Catatan Harian (Karya Abdul Hadi WM) Untuk Sebuah Catatan Harian Di bawah seribu mawar Bulan Juli yang terbakar Dan langit musim panas Matahari berganti-ganti Ada bayangan …
Puisi: Baitul Makdis, pada Malam Israk (Karya Abdul Hadi WM) Baitul Makdis, Pada Malam Israk Kita tunggu gemintang, mengerdipkan matanya lembut kita tunggu angin mencecah arusnya kencang suara laut di ba…
Puisi: In Memoriam Amir Hamzah (Karya Abdul Hadi WM) In Memoriam Amir Hamzah Keranjang itu masih menatap. Tahun mau berbunga Tapi langit berangkat kemarau di jendela Tanganmu: Mulut yang mengu…
Puisi: Anak Desa (Gubahan Abdul Hadi WM) Anak Desa Aku anak desa Aku tinggal di tepi kali hijau Bersih dan jernih airnya Segar tak ada bandingnya …
Puisi: La Nausee (Karya Abdul Hadi WM) La Nausee Di muka jendela: senja pun habis Tinggal gerimis Belum berhenti Angin tak bangkit lagi Catatan harian: membuatku rusuh Pohon-pohon hilang d…
Puisi: Dalam Pasang (Karya Abdul Hadi WM) Dalam Pasang Dan pasang apalagikah yang akan mengenyahkan kita, kegaduhan apa lagi? Sekarat dan terbakar sudah kita oleh tahun-tahun penuh per…
Puisi: Dini Hari Musim Semi (Karya Abdul Hadi WM) Dini Hari Musim Semi Aku ingin bangun dini hari, melihat fajar putih memecahkan kulit-kulit kerang yang tertut…