Puisi Abdul Hadi WM

Puisi: Gerimis (Karya Abdul Hadi WM)

Gerimis (1) Seribu gerimis menuliskan kemarau di kaca jendela Basah langit yang sampai melepaskan senja Bersa…

Puisi: Barat dan Timur (Karya Abdul Hadi WM)

Barat dan Timur Barat dan Timur adalah guruku Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, Pengikut Zen dan Tao Semua ada…

Puisi: Bunga Gugur (Karya Abdul Hadi WM)

Bunga Gugur Gerimis pecah berderai seperti airmataku Bunga lepas dari tangkai gugur dan layu Di ufuk …

Puisi: Amsal Seekor Kucing (Karya Abdul Hadi WM)

Amsal Seekor Kucing Selalu tak dapat kulihat kau dengan jelas padahal aku tidak rabun dan kau tidak pula berca…

Puisi: Prelude (Karya Abdul Hadi WM)

Prelude (1) Di atas laut. Bulan perak bergetar suhu pun melompat Di bandar kecil itu. Aku pun dapat menerka…

Puisi: Lagu Biasa (Karya Abdul Hadi WM)

Lagu Biasa Musik jazz yang tenang dengan kalimat-kalimat Chu Yuan yang masih berdebat Riung Gunung, kabut Puncak dan aku malam ini Punya la…

Puisi: Doa untuk Indonesia (Karya Abdul Hadi WM)

Doa untuk Indonesia Tidakkah sakal, negeriku? Muram dan liar Negeri ombak Laut yang diacuhkan musafir karena tak tahu kapan badai keluar da…

Puisi: Aku Berikan (Karya Abdul Hadi WM)

Aku Berikan Aku berikan seutas rambut padamu untuk kenangan tapi kau ingin merampas seluruh rambutku dari kepa…

Puisi: Di Sini Pengasingan Terjadi (Karya Abdul Hadi WM)

Di Sini Pengasingan Terjadi Di sinilah pengasingan terjadi Ketika senyap merendah, rumput-rumput di bumi lahir kembali Sebagai gumpalan kabut. Dan ke…

Puisi: Devenir Pur (Karya Abdul Hadi WM)

Devenir Pur Ruang dan waktu. Tiba-tiba mendesak kita. Ketika anginpun menyusup semak-semak, jendela Tanah-tanah mengembang mencari bunga rumputan Dan…

Puisi: Angin Kecil-Kecil dan Musim Menyekap Kita (Karya Abdul Hadi WM)

Angin Kecil-Kecil dan Musim Menyekap Kita Di sini angin pun kecil-kecil dan mengusap wajah kita Di luar musim pun menyekap dan engahan udara Menghemb…
© Sepenuhnya. All rights reserved.