Sajak Kabur

Angin akan pergi, meninggalkan kursi tua itu
dan sebuah beranda pun menunggu
terik siang, dilepaskan waktu
ruang menyelenggarakan sunyi untukmu

adalah sesekali, kemarau yang membakar-bakar
adalah sesekali, pohon-pohon terpencil di luar
dan kita pun duduk di bangku tua
bercerita kepada senja, kisah lama

langit lembayung itu, adalah sepasang cemara
langit busung itu, adalah langit percakapan kita
sebuah ruang menyelenggarakan sunyi
hingga nanti, kembali tak singgah di sini lagi.

1968
Sajak Kabur
Puisi: Sajak Kabur
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami
Loading...

Post A Comment:

0 comments: