Puisi: Bunga-Bunga di Halaman (Karya Sapardi Djoko Damono) Bunga-Bunga di Halaman mawar dan bunga rumput di halaman: gadis yang kecil (dunia kecil, jari begitu kecil) menudingnya mengapakah perempu…
Puisi: Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku (Karya Husain Landitjing) Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku jangan palingkan mukamu dari api itu, adikku kapan sengsara melibatkan dirimu ke dalam justru apa yang m…
Puisi: Di Atas Palka (Karya T. Mulya Lubis) Di Atas Palka gagak hitam dalam kelam sepi — merayap dari kamar kelasi pergilah jangan ganggu aku di sini laut tak bertepi di atas palka — atau penj…
Puisi: Devenir Pur (Karya Abdul Hadi WM) Devenir Pur Ruang dan waktu. Tiba-tiba mendesak kita. Ketika anginpun menyusup semak-semak, jendela Tanah-tanah mengembang mencari bunga rumputan Dan…
Puisi: Siul (Karya Abrar Yusra) Siul Selamat tinggal? Bahwasanya terungkap sempurnalah segalanya Bagai si-bintang-bintang, si-bintang-bintang lepas... Tiada siksa di antara kita Kel…
Puisi: Sein Und Zeit (Karya Abdul Hadi WM) Sein Und Zeit Di Malioboro yang membosankan, tahunpun jatuh januari yang putih . Ditiup angin Bulan menghamparkan bayangan gedung-gedung yang dingin …
Puisi: La Nausee (Karya Abdul Hadi WM) La Nausee Di muka jendela: senja pun habis Tinggal gerimis Belum berhenti Angin tak bangkit lagi Catatan harian: membuatku rusuh Pohon-pohon hilang d…
Puisi: Pencarian (Karya Siti Nuraini) Pencarian Untuk R.N Karena Godot tak datang sungkan berpesan alamat tiada kemungkinan seribu satu: bagai pengembara Jahudi kuri…
Puisi: Seorang Suami Rindukan Isterinya (Karya Zakaria M. Passe) Seorang Suami Rindukan Isterinya Kakek tua jalan terbungkuk-bungkuk berkaca mata meniting bayam di tangannya untuk lauk berdua. Nenek tua di rumahnya…
Puisi: Angin, Mendesir Lagi (Karya Abdul Hadi WM) Angin: Mendesir Lagi Angin; mendesir lagi Hampir mengantuk Ada sepi Berbisik di dahan-dahan pohon Lagi t…
Puisi: Engkau yang dari Jauh (Karya Abdul Hadi WM) Pucung: Engkau yang dari Jauh Engkau omong dari jauh Bahwa malam akan teduh Aku tak bisa percaya Sementara langit tak bertanda Sementara kota. Tertut…
Puisi: Batu ke Lima Puluh Satu (Karya Taufiq Ismail) Batu ke Lima Puluh Satu Seorang penjahat dan pembunuh lama Sedang berjalan sendirian Di lebuh pasir ini Gamisnya terjela menyapu debu Cambangnya leba…
Puisi: Keadaan (Karya Abdul Hadi WM) Keadaan Surya yang purba juga Ketika aku membuka jendela Kemarau bangkit diusik angin pagi Aku terperanjat tiba-tiba sudah di sini Dimanakah agenda y…