Puisi: Di Bawah Jendela (Karya Daelan Muhammad) Di Bawah Jendela ada angin menjenguk dari luar jendela sudah tua tapi masih begitu tampan ia demi melihat aku acuh tak acuh saja ia pun melompat masu…
Puisi: Menanti Bayi Pertama (Karya Syahril Latif) Menanti Bayi Pertama Waktu itu bulan Mei. Senja hari. Dan hujan turun amat lebat, setelah lama panas yang gersang Udara berbau aspal jala…
Puisi: Teja (Karya M. Poppy Hutagalung) Teja jika padamulah rasa ini ditikamkan tikamlah pandang pada tiap mata yang menangkap pandangmu jika padamulah harap ini berlabuh labuhkan ia pada b…
Puisi: Jakarta Punya Gua (Karya Djajanto Supra) Jakarta Punya Gua jakarta punya gua mata menyala bibir bergincu oi warna jingga pilihanku siapa dia? jakarta punya gua dari…
Puisi: Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik (Karya Bakdi Soemanto) Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik Barangkali diam adalah yang paling baik Diam dan menyaksikan semuanya. Diam. Selama ti…
Puisi: Pintu (Karya Sandy Tyas) Pintu sebuah pintu rapuh dalam dekorasi modern tanpa kunci terbuka selalu bagi siapa saja debu, angin ditampungnya ia lebih baik dari manusia matanya…
Puisi: Pencarian (Karya Siti Nuraini) Pencarian Untuk R.N Karena Godot tak datang sungkan berpesan alamat tiada kemungkinan seribu satu: bagai pengembara Jahudi kuri…
Puisi: Bangku Tunggu Stasiun Bis Antar Kota (Karya Taufiq Ismail) Bangku Tunggu Stasiun Bis Antar Kota Rupanya aku harus pergi lagi. Sendiri Kembali duduk di bangku-tunggu malam ini Sehelai koran sore dan b…
Puisi: Bunga-Bunga di Halaman (Karya Sapardi Djoko Damono) Bunga-Bunga di Halaman mawar dan bunga rumput di halaman: gadis yang kecil (dunia kecil, jari begitu kecil) menudingnya mengapakah perempu…
Puisi: Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku (Karya Husain Landitjing) Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku jangan palingkan mukamu dari api itu, adikku kapan sengsara melibatkan dirimu ke dalam justru apa yang m…
Puisi: Di Atas Palka (Karya T. Mulya Lubis) Di Atas Palka gagak hitam dalam kelam sepi — merayap dari kamar kelasi pergilah jangan ganggu aku di sini laut tak bertepi di atas palka — atau penj…
Puisi: Devenir Pur (Karya Abdul Hadi WM) Devenir Pur Ruang dan waktu. Tiba-tiba mendesak kita. Ketika anginpun menyusup semak-semak, jendela Tanah-tanah mengembang mencari bunga rumputan Dan…
Puisi: Siul (Karya Abrar Yusra) Siul Selamat tinggal? Bahwasanya terungkap sempurnalah segalanya Bagai si-bintang-bintang, si-bintang-bintang lepas... Tiada siksa di antara kita Kel…
Puisi: Sein Und Zeit (Karya Abdul Hadi WM) Sein Und Zeit Di Malioboro yang membosankan, tahunpun jatuh januari yang putih . Ditiup angin Bulan menghamparkan bayangan gedung-gedung yang dingin …