1968

Puisi: Wasiat Seorang Ayah (Karya Saini KM)

Wasiat Seorang Ayah Kereta impian, jembatan bianglala, kemanakah kami telah dibawanya? Orang-orang tidur yang tak tahu diri bergulat berebut awan dal…

Puisi: Parthenon (Karya Saini KM)

Parthenon Sia-sia. Betapapun mata khayal mencoba membangun kembali kemegahan kuil dari puing-puing ini, perang dan gempa bumi menetapkan bah…

Puisi: Seperti Jam (Karya Abdul Hadi WM)

Seperti Jam Seperti jam, siapakah tengah malam duduk di ruang, menunggu: Kita sudah selesai sholat isya habis doa lalu mencari tapak-tapak putih sese…

Puisi: Dari Kota Kecil Lawang (Karya Sapardi Djoko Damono)

Dari Kota Kecil Lawang kabut putih sekeliling gunung langit kabur. Warnamu murung sewaktu gerimis menyulut pipiku terbakar: pulang, pemburu 1968 Sumb…

Puisi: Nyonya Küger (Karya Sandy Tyas)

Nyonya Küger sungai mains yang panjang memisahkan dua jalanan di depan mata, rumah-rumah tua, gereja lama pohonan gundul, moto…

Puisi: Sajak Perkawinan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Perkawinan sahaya yang ini, Siapakah? (kelopak-kelopak malam berguguran) kaki langit yang kabur dala…

Puisi: Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka ketika jari-jari bunga terbuka mendadak terasa: betapa sengit cinta Kita cahaya bagai kabut, kabut cahay…

Puisi: Atas Kemerdekaan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Atas Kemerdekaan Kita berkata: jadilah dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut di atasnya: langit dan badai tak henti-henti di tepinya cakr…

Puisi: Sonet Y (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sonet: Y walau kita sering bertemu di antara orang-orang melawat ke kubur itu di sela-sela suara biru bencah-bencah kelabu dan ungu walau kau…

Puisi: Jam-Jam Gelisah (Karya T. Mulya Lubis)

Jam-Jam Gelisah langit yang murung bagai ibu tua mau menangis sementara kokok ayam melangit kenapa lupa dan penuh senyap — jam sembilan pagi lalu bis…

Puisi: Surat pada Seorang Ibu (Karya Wing Kardjo)

Surat pada Seorang Ibu     Ibu, tak pernah kulupakan sinar wajahmu: matahari waktu pagi kala kaubuka jendela, benar aku bangun, sadar lalu bangkit, m…

Puisi: Surat Seorang Istri (Karya W.S. Rendra)

Surat Seorang Istri Suamiku yang merantau Malam ini bulan pucat Pohon-pohon kelabu Berayun, di atas khayalan pucat. Dan betapa pula kelab…

Puisi: Pertemuan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Pertemuan perempuan mengirim air matanya ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan ke landasan cakrawala; kepalanya di atas bantal lembut…
© Sepenuhnya. All rights reserved.