Di Balik Kabut
(- notasi satu)

Barangkali dunia tambah menyempit
Sebatas rumah, sebatas kamar tanpa daun pintu ini
Bahkan sebatas tubuh sendiri
Di jendela kita melihat keluar
Seekor anjing mencuri tulang
Seorang majikan menggamparnya dengan palang
Di sekitar teror tambah menjadi saja

Kita tumbuh dari sunyi yang sama
Lalu melarikan diri bersama-sama
Di rumah rindu langit dan lampunya 5 watt ini
Lipatan baju kumal, buku-buku menimbun
Hidup ditiup angin dan makin meredup
Meski doa masih menggayuh masadepan
Tapi terhalang hotel yang menjulang

Lalu serangan encok pertama meninju jantung
Hampir pingsan. Percintaan kita
Terus saja saling menghela
Di bawah jendela pecah kacanya
Di rumah-rumah sakit ciuman kita memadat
Di trotoar berleleran peluh-peluh
Lalu percintaan kita terpeleset

Sampai pinggir kali keruh
Bersijingkat, dikagetkan teriakan kereta api
Daunan membusuk dan debu berhamburan
Di kejauhan istana pemerintah
Masih saja dibungkam kabut tebal

Sementara itu kita mengelam, dikuas senja
Dan malam..

1991, 1993
Puisi: Di Balik Kabut
Puisi: Di Balik Kabut
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi buat Kakak Kelas

Post A Comment:

0 comments: