Puisi: Solo dalam Mei (Karya Abdul Wachid B. S.) Solo dalam Mei di persimpangan gadis menggemerincingkan gelang kaki nasib lampu-lampu redup pada geliat pin…
Puisi: Ijinkan Aku Mencintaimu (Karya Abdul Wachid B. S.) Ijinkan Aku Mencintaimu waktu batu kaulayangkan wajahku terasa benar rindu berpijar waktu batu kaulayangkan wajahku semua arah c…
Puisi: Telepon (Karya Abdul Wachid B. S.) Telepon (- gus munif) di pagi itu aku dan kasihku diayunkan oleh waktu di kabut itu guruku menelpon hat…
Puisi: Semoga Cinta (Karya Abdul Wachid B. S.) Semoga Cinta Semoga cinta menjadi air yang mengisi tubuhmu dengan kemegahan Semoga cinta menjadi udara yang mengaliri nafasmu sebagai ke…
Puisi: Alam Hati (Karya Abdul Wachid B. S.) Alam Hati Dalam jejak harum malam tubuhmu yang bulan Pohon-pohon musim bertumbuhan Sebagai bayi yang lahir dari rahim bumi dan langit Atas…
Puisi: Ibu yang (Karya Abdul Wachid B. S.) Ibu yang ibu yang menahan diri ketika aku menjerit terlepas dari rahimnya dan tersenyum syukur ketika aku mengenal bahasa lewat tangis …
Puisi: Diam Mawar (Karya Abdul Wachid B. S.) Diam Mawar dan siang berdentang dan pergi dan malam meredam dan pergi dan jam-jam tak kembali dan ruang-ruang dikosongkan di kening dan …
Puisi: Tahajud (Karya Abdul Wachid B. S.) Tahajud lantun orang mengaji itu menjagakan aku padamu tapi air yang membangun kesadaran mencari sampai nyanyian selepasnya, hanya angin…
Puisi: Ledakan di Ladang Gersang (Karya Abdul Wachid B. S.) Ledakan di Ladang Gersang Negeri kami negeri di bawah para pemimpi Di sini tanah-tanah hanya menatap kosong …
Puisi: Pada Malam 1000 Bulan (Karya Abdul Wachid B. S.) Pada Malam 1000 Bulan ketika semesta takjub oleh cahaya ketika ruang dan waktu dihentikan ketika makhluk ada di dalamnya ketika 19 hurup m…
Puisi: Harum Mawar (Karya Abdul Wachid B. S.) Harum Mawar Setangkai mawar menengadah langit dalam diamnya ia renangi waktu sebelum tanggal menemu juga akhirnya gerimis menetesi dari ke…
Puisi: Dzikir Gus Miek (Karya Abdul Wachid B. S.) Dzikir Gus Miek "tidak ada hari esok yang tidak dimulai dengan puasa" demikianlah gus miek berkata…
Puisi: Matahari Tua (Karya Abdul Wachid B. S.) Matahari Tua Oleh matahari maghrib itu Daun-daun membikin kilauan mahkotanya Semesta beranjak dalam doa L…