Hujan Gemuruh di Tengah Malam

Hujan gemuruh di tengah malam
Seperti beribu sayap malaikat mendarat
Langit semula benderang ditaburi bintang
Berubah pekat, dan kini dicambuki kilat

Maka terkagetlah orang-orang bercinta
Yang dosa, dan yang mensyukuri surga
Maka makin dinginlah orang-orang trotoar
Yang lapar, dan dahaga dari doa

Hujan gemuruh di tengah malam
Daun-daun gemerincing, pohon-pohon berderakan
Seperti peperangan, malaikat maut mengancam
Mimpi-mimpi buruk dibangunkan oleh kenyataan

Dia yang kemarin memuja tanya, tak sempat lagi bertanya
Ini Tuhan yang melahirkan ketakutan?
Ataukah ketakutan yang melahirkan Tuhan?
Hujan gemuruh di tengah malam

Dia yang gentayangan di jalan malam
Tergoda kepada megah perempuan
Tetapi senantiasa berujung pada ketakberdayaan
Dan Tuhan? Selalu hadir tepat di saat dibutuhkan

Bahkan si Pendosa yang ngrasa pongah
Ini gagah berjalan di jalan-jalan yang salah
Dia terima, menjelma jadi kurcaci di telapak tangan-Nya
Diberinya kehangatan, lalu dia pulang pada ketentraman

Tuhan, Engkau hadir bahkan tanpa diminta
Menguati hati orang-orang yang terjatuh
Oleh derita dan nestapa
Oleh bayang-bayang yang mereka ciptakan sendiri

Setelah capek memanjakan kelamin
Mereka takut pada ketakutannya sendiri
Setelah kenyang menikmati buah-buah dosa
Kini aku pun  menjadi ngeri pada duri-duri kematian

Hujan gemuruh di tengah malam
Hujan menyebar racun ke segenap penjuru malam
Dan di sudut kamar, aku diteror oleh dosa-dosa masa silam
“Tuhan, aku kalut, tak berdaya, aku butuh pertolongan!”

Yogyakarta, 31 Desember 2008
Puisi: Hujan Gemuruh di Tengah Malam
Puisi: Hujan Gemuruh di Tengah Malam
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Iyut Fitra

Post A Comment:

0 comments: