2008

Puisi: Biduanita Botak (Karya Nirwan Dewanto)

Biduanita Botak ( untuk Elfriede Lohse-Wächtler ) Selamat pagi. Seraya menyesap kopi Guatemala Kuingat, kuin…

Puisi: Sepupu (Karya Ari Pahala Hutabarat)

Sepupu kunjungi aku sekali waktu. kita sudah lama kenal. telah banyak kau potret pantai dan muslihat yang dibuat raksasa untuk menjeb…

Puisi: Aku Memetik Namamu dari Langit (Karya Evi Idawati)

Aku Memetik Namamu dari Langit Bukan pada fajar aku menengadah Dan menemukan namamu di langit Lalu memetiknya Dan meletakkannya di hatiku Tapi waktu …

Puisi: Redum Karang (Karya Evi Idawati)

Redum Karang Akar langit bergelantung di tubuh bumi Memahat takdir dari lisan rerumputan Terhampar awan bagi sujud dan keheningan "Ceritakan pad…

Puisi: Aku Baru Saja Mengepel Lantai (Karya Afrizal Malna)

Aku Baru Saja Mengepel Lantai Aku baru saja mengepel lantai. Aku berjalan dengan ujung jari-jari kakiku, agar lantai yang baru dipel tidak kotor l…

Puisi: Dari Gurun Orang Tartar (Karya Goenawan Mohamad)

Dari Gurun Orang Tartar Dari gurun orang Tartar, apa yang diharapkannya? Dari luas yang mengancam, apa yang dikhayalkannya? D…

Puisi: Di Beranda Rumah Cut Nyak Dhien (Karya Damiri Mahmud)

Di Beranda Rumah Cut Nyak Dhien menghindarlah dari sisiku pergi menjauh angkat bawaanmu meski perlu aku tak butuh "do karem nukilkan aku sebutir…

Puisi: Sesaji di Bawah Pohon Manilkara Kauki (Karya Iman Budhi Santosa)

Sesaji di Bawah Pohon Manilkara Kauki Semalam seorang perempuan muda meletakkan kembang telon , sebongkah kemenyan rokok, susur, dan sekeping limarat…

Puisi: Tamasya (Karya Soni Farid Maulana)

Tamasya - untuk Rendra di pantai laut merah di tepi kota Jeddah tak kutemukan jejak musa selain deretan cafe dan wajah para pelancong yang lelah yang…

Puisi: Di Sisi Perigi Rumah Cut Nyak Dhien (Karya Damiri Mahmud)

Di Sisi Perigi Rumah Cut Nyak Dhien cut aku menatap perigimu tak pernah kering dan surut seutas tali dan timba nyauk tetes airmu sejuk dan lembut cut…

Puisi: Cukup Sekali Berair Mata (Karya Anjani Kanastren)

Cukup Sekali Berair Mata Langit serasa runtuh Ketika kau katakan tak ada lagi cinta untukku Aku bersabar diri Tak ada yang abadi di sini …

Puisi: Ma'hadku Karangmangu (Karya Raedu Basha)

Ma'hadku Karangmangu Walau hari-hari tak berhujan, tuan Pekarangan ini bertanah basah, terbasuh keringat juang Mengiringi kembali doa-doa…

Puisi: Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (Karya Agit Yogi Subandi)

Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (1) Malam ini aku mengingatmu di antara kantuk dan terjaga. dari menit ke menit, jam ke jam engkau datang d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.