Puisi: Hujan Gemuruh di Tengah Malam (Karya Abdul Wachid B. S.) Hujan Gemuruh di Tengah Malam Hujan gemuruh di tengah malam Seperti beribu sayap malaikat mendarat Langit …
Puisi: Tuhan dan Ayahku (Karya Nersalya Renata) Tuhan dan Ayahku satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku. ia selalu mencari tuhan-tuhan lain. tuhan yang bisa mengabulkan permohona…
Puisi: Kepada Sangkuriang (Karya Nana Riskhi Susanti) Kepada Sangkuriang Tak perlu kau benarkan apakah cintaku mampu memecah bumi yang senyap Kau akan tersenyum malaikat-malaikat menampakkan…
Puisi: Lukisan Kampung Nasirun (Karya Badruddin Emce) Lukisan Kampung Nasirun : di pinggir sawah Doplang, Adipala! Rasanya semua kebenaran kumpul di sini. Nyewiji, seperti keluarga besar dengan tetangga-…
Puisi: Cerita Seorang Anak kepada Ibunya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Cerita Seorang Anak kepada Ibunya Ibu, tak perlu kau mendongeng seperti dulu atau kau nyanyikan sebuah lagu sebab kutahu bola matamu sayu te…
Puisi: Debur Nusakambangan (Karya Badruddin Emce) Debur Nusakambangan Angin mengacak yang mapan dan tidak kunjung hinggap. Juga engkau, yang aku berusaha bungkam atau hanya sedia membaca catatan peka…
Puisi: Di Gubuk Depan Kuburan (Karya Andy Sri Wahyudi) Di Gubuk Depan Kuburan ( buat Ayahku ) Nisan, wangi kamboja, suara burung hantu, bulan pucat dan langit abu-abu Sesuatu melawat di sela …
Puisi: Bintang (Karya Arif Bagus Prasetyo) Bintang Mataku lelah, tapi tak mau terpejam. Bersikeras memandang bintang yang ingin padam. Aku dan bintang saling pandang. Bertukar ta…
Puisi: Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi Seperti inikah nuansa demokrasi saat partai politik giat memonopoli calon-calon pemimpin yang hendak naik …
Puisi: Lonceng Merpati (Karya A. Muttaqin) Lonceng Merpati Setipis alismu, bulan tersenyum padaku, melepas dua merpati yang kini bersarang di bukit jauh, di mana rindu adalah sun…
Puisi: Mantra Kematian (Karya Herman RN) Mantra Kematian O, aku sudah melangkah ke masjid, gereja, pura, dan wihara Tak kudapati sebuah pun kitab yang mendidik saling tusuk dan tembak …
Puisi: Langkah-Langkah Cinta (Karya Hasbi Burman) Langkah-Langkah Cinta Suit angin pagi hari ini desah suaranya semakin jauh menapak belukar cita dan gapai sudah lunglai sebelum titik pertemu…
Puisi: Rumah (Karya Nersalya Renata) Rumah ibu selalu menjadikan dirinya rumah bagi ayah rumah yang sekelilingnya dipagari rumah yang diubah-ubah ayah warna dinding…
Puisi: Perempuan Perkasa Itu Bernama Ibu (Karya Diah Hadaning) Perempuan Perkasa Itu Bernama Ibu Telah kau suratkan dengan cinta dan kesabaran dalam memaknai kehidupan bagi putra-putri harapan pewaris …