Puisi: Sebelum Senja Tiba (Karya Acep Zamzam Noor) Sebelum Senja Tiba (1) Kau percaya seseorang akan datang Ke pelabuhan malam itu. Kau masih percaya Bahwa seseorang akan datang dari pulau seberang Da…
Puisi: Labirin (Karya Leon Agusta) Labirin Pohon tanda tangan berbuah sebelum di tanam di bawah meja Menjelmakan hamparan taman impian Daunnya gugur jadi terjangan kata-k…
Puisi: Taman Laut (Karya Kurnia Effendi) Taman Laut - Gratiagusti Chananya Rompas Jejak bulan samar pada langit biru memar Di ambang jendela subuh, kukenang suaramu: Paduan nada manja, kantu…
Puisi: Hidup Kami Milik Siapa (Karya Sosiawan Leak) Hidup Kami Milik Siapa Hidup kami, milik siapa? Sebagai petani, kami telah lama dihabisi hama dan pupuk kimia juga hujan yang bertamu di s…
Puisi: Gula (Karya Soni Farid Maulana) Gula Kadar gula di alir darahnya meninggi. Karena itu bila tidur sukar bangun pagi. Ia selalu bilang, hilang kesempatan mendapatkan matahari pagi men…
Puisi: Struga (Karya Leon Agusta) Struga Hai, Waktu Tunjukkan alamatnya kepadaku Agar kusiapkan rencana arah langkahku Kisah yang putus di Struga Menunggu yang nyaris mu…
Puisi: Peminum Kopi (Karya Ook Nugroho) Peminum Kopi Untuk setiap puisi Aku perlukan secangkir kopi Campurkan gula secukupnya: Puisi juga butuh semacam pemanis Barangkali sebaiknya pada pen…
Puisi: Telur Mata Sapi (Karya Nirwan Dewanto) Telur Mata Sapi ( untuk Sigmar Polke ) Hanya mata yang sudah menamatkan Biru samudra mampu menimbang Cang…
Puisi: Sonet Hujan (Karya Soni Farid Maulana) Sonet Hujan - untuk Leila S. Chudori tetapi leila apakah malam ini milik kita? di langit hanya semata kabut, dan hujan yang turun kali ini, hujan yan…
Puisi: Sehingga Kau Pun Tahu (Karya Raedu Basha) Sehingga Kau Pun Tahu Hanyalah ngangaku yang lebur Menyahut batu-batu rindu bergugur Sorban mencatat cerita …
Puisi: Piring Terbang (Karya Nirwan Dewanto) Piring Terbang ( untuk Mao Xuhui ) Rumah mereka berlabuh di atas atau Di bawah rumpun lilaka. Bukankah Mer…
Puisi: Orang Berkumpul (Karya Soni Farid Maulana) Orang Berkumpul Di jalan depan rumahmu, orang berkumpul, ada apa? Aku bertanya pada sejumlah orang. Mereka menggelengkan kepala. Langit di atas sana …
Puisi: Kemarau (Karya Joshua Igho) Kemarau (1) Matahari di atas kepala satu abad angin tak datang Kemarau (2) Rumput kering tanah di persimpangan jalan burung-burung ber…
Puisi: Penunggang Kuda Hitam (Karya Nirwan Dewanto) Penunggang Kuda Hitam (untuk Ugo Untoro) Ia belum lulus dari sekolah fantasi ketika ia tiba-tiba sampai di depan rumah jagal di mana kuda-kuda bertaj…