Puisi: Bertemulah Engkau dengan Mempelaiku (Karya Shinta Miranda) Bertemulah Engkau dengan Mempelaiku Bulan nopember saat angin lebih rajin menari salsa Dan sulit buat diri ini mengikuti iramanya Maka kedua kakiku l…
Puisi: Ketika Umur Tambah Satu (Karya Kurniawan Junaedhie) Ketika Umur Tambah Satu Ketika umur tambah satu Uban di rambut tumbuh seribu Wajah ibu mulai tampak dalam pendar dalam bayang kenangan T…
Puisi: Dari Gurun Orang Tartar (Karya Goenawan Mohamad) Dari Gurun Orang Tartar Dari gurun orang Tartar, apa yang diharapkannya? Dari luas yang mengancam, apa yang dikhayalkannya? D…
Puisi: Sebelum Senja Tiba (Karya Acep Zamzam Noor) Sebelum Senja Tiba (1) Kau percaya seseorang akan datang Ke pelabuhan malam itu. Kau masih percaya Bahwa seseorang akan datang dari pulau seberang Da…
Puisi: Antara Gelap dan Terang Manusia (Karya Ariffin Noor Hasby) Antara Gelap dan Terang Manusia antara gelap dan terang manusia aku berjalan ke dalam hati mencari cinta sebelum tangis mencari langit sebelum ombak …
Puisi: Berdebur Ombak Pariaman (Karya Mawie Ananta Jonie) Berdebur Ombak Pariaman Berdebur ombak Pariaman berdebur suaranya sampai jauh, pulau Angsa Dua berjabat tanga…
Puisi: Doa (Karya Mawie Ananta Jonie) Doa Malam keluarga kumpul dan orang sekampung, ruangan tengah penuh yang di langkan tak bisa bergabung. Seseorang memanjatkan doa hadirin …
Puisi: Tali Hujan (Karya Esha Tegar Putra) Tali Hujan di hari yang paling pucuk, tali-tali hujan putus dan cuaca berupa diam yang paling rahasia manakala sajak menggulung jadi kep…
Puisi: Sajak Busuk (Karya Sosiawan Leak) Sajak Busuk Sajakku, sajak yang kau bilang busuk dan usang takkan pernah mau telanjang memamerkan kemaluan seperti dirimu yang kadang pula…
Puisi: Rumah (Karya Nersalya Renata) Rumah ibu selalu menjadikan dirinya rumah bagi ayah rumah yang sekelilingnya dipagari rumah yang diubah-ubah ayah warna dinding…
Puisi: Cerita Seorang Anak kepada Ibunya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Cerita Seorang Anak kepada Ibunya Ibu, tak perlu kau mendongeng seperti dulu atau kau nyanyikan sebuah lagu sebab kutahu bola matamu sayu te…
Puisi: Orang Ladang (Karya Esha Tegar Putra) Orang Ladang tujuh petang menukak punggungnya, di bukit ingin mencakau alang-alang. niat tinggal kalimat tujuh petang gigih menikam, menyans…
Puisi: Hujan Gemuruh di Tengah Malam (Karya Abdul Wachid B. S.) Hujan Gemuruh di Tengah Malam Hujan gemuruh di tengah malam Seperti beribu sayap malaikat mendarat Langit …
Puisi: Penari Piring (Karya Esha Tegar Putra) Penari Piring berulang kali diri membilang bunyi piring diketuk kulit damar saluang ditiup pula oleh para penghela dendang. di mana r…