Debu

di sebuah kebun apel
kau aku saksikan :

sezarah tanah yang
kau sebut debu itu
diterbangkan oleh angin
barangkali ia bagian dari
tubuh kau aku yang
diurai oleh pergantian musim

debu kau aku itu bukanlah abu
upacara pembakaran
lantaran tidak pernah dituliskan
dalam qalamullah;
tubuh kembali terpaksa
kepada tanah sebagai abu sisa

tubuh debu kau aku itu
terus bertebaran
mengisi ruang waktu
menari-nari dari pagi ke senja
hingga kiamat tiba

sedang ruh debu kau aku itu
dalam sujud panjang yang
tidak mau berhenti
hingga kelak peniup sangkakala

hembuskan kembali
ke kehidupan abadi.

Yogyakarta, 14 Februari 2014
Puisi: Debu
Puisi: Debu
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta

Post A Comment:

0 comments: