Nun
"Nuun
Walqalami wamaa yasturuun
Maa anta bini’mati rabbika bimajnuun"
"Nun
Demi pena penyair dan puisi yang
mereka lahirkan
Karena sentuhan-Nya
kau tidak menjadi gila"
aku cuma-lah
sebatang pena, yang
ketika engkau angkat, yang
ketika engkau turunkan, yang
ketika engkau tuliskan
nafas dan nafs-ku cuma-lah
tergantung kepada
tiupan udara takdirmu
tetapi
semoga sebatang pena itu
tidak diam-diam di tengah malam
keluar dari kertas putihmu
tidak diam-diam menulisi
sembarang sempat
sehingga ia tersesat jalan pulang
kembali kepada kotak
teka-teki takdirmu
maka pegang-lah
bagai alif, aku
sebatang pena, yang
sekali sentuhmu
pena ini akan menggila
tersebab gandrung oleh
pukau maha tanganmu.
Yogyakarta, 31 Agustus 2013
Sumber: Kumpulan Sajak Nun (Cinta Buku, 2018)
Karya: Abdul Wachid B. S.