Kakilangit

Yang sampai di malam bisu
Desah yang menjadi kalimat terakhir
Untuk tekebur dan menolak kejang lupa
O, kekasih biarpun yang dimana
Dari putus asa sampai lapar putus asa
Kugamit suaraku sendiri
Sampai tak ada yang mendengar
Kemudian. Sampai menemukan sebuah nama:
Yang memantulkan kaca: Terlintas bayang-bayang
Sendiri di atas runtuhan
Keruntuhan adalah jejak cinta! Tunggu!

1953
Puisi: Kakilangit
Puisi: Kakilangit
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Baca juga: Kumpulan Syair Renungan Kehidupan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: