Kereta Mati

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan
Mendaki dan menurun

Jari-jari berjarak kaku
Menjauhkan mimpi dalam rongga malam
Kalung bintang dan bulan berombak awan ungu
O, semua jauh manis

Selingan cuma senyampang di telinga
Mobil dan trem lalu
Dan perempuan berlagu pilu
Bagi manusia berjiwa kuda

Di mana jiwa di atas roda di hela waktu!
Batuk hampa mengamuk dan berkuasa
Dalam dada luka terbuka
Kemauan terpendam di alam beku

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh mendaki pelabuhan penghabisan
Bertebing curam, menunggu dan menganga

O, semua jauh manis
Tiada karangan bunga tersilang
Tiada kepedihan enggan mampir
Manusia menangis di tepi pelabuhan penghabisan.

1950
Puisi: Kereta Mati
Puisi: Kereta Mati
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Baca juga: Kumpulan Puisi untuk Istri

Post A Comment:

0 comments: