Puisi: Perihal Patah Hati (Karya A. Munandar)

Perihal Patah Hati

Untuk apa mengungkit
Kenangan-kenangan pahit?

Karena semakin dijahit
Semakin terasa sakit.

Bukankah lebih baik pergi
Berpura tanpa menyesali?

Karena selalu ada yang luruh
Seraya rintik hujan jatuh.

Juni, 2019
Puisi: Perihal Patah Hati
Puisi: Perihal Patah Hati
Karya: A. Munandar
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar