Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar) Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur sebab rindu bermuara da…
Puisi: Perihal Patah Hati (Karya A. Munandar) Perihal Patah Hati Untuk apa mengungkit Kenangan-kenangan pahit? Karena semakin dijahit Semakin terasa sakit. Bukankah leb…
Puisi: Igau (Karya Gunoto Saparie) Igau entahlah ini igaumu keberapa di malam penuh kecemasan entahlah kau sebut nama tuhan atau siapa namun begitu rumit jalan menuju masa depan 2019 A…
Puisi: Lelah (Karya A. Munandar) Lelah Seperti mencari Tapi tak menemukan Seperti menemukan Tapi tak menerima Di sini, kau lelah Kau lelah 2019 Analisis…
Puisi: Kepada H & M (Karya A. Munandar) Kepada H & M Kita pernah mengulur waktu mencoba menghambat senja dan selalu dengan mimpi. Kita pernah menjawab sepi …
Puisi: Bisik-Bisik saat Ziarah (Karya Hendro Siswanggono) Bisik-Bisik saat Ziarah Idealisme seperti dunia yang tergantung Gagasan-gagasan dibangun dari ketaksadaran Emosi liar bergentayangan Roh berjalan sen…
Puisi: Suara dari Pengungsian (Karya Nissa Rengganis) Suara dari Pengungsian Kepedihan adalah langit Gelap dan basah air mata Kesedihan adalah laut Tempat segala ombak dan harapan pasang surut Di saat do…
Puisi: Hidupku Ini (Karya Irvan Riana Agustian) Hidupku Ini H idup janganlah menyerah I ni bukan akhir hidupmu D unia masih membutukanmu U ntuk hidup lebih berarti P enuhi dengan mimpi…
Puisi: Hari Ini (Karya Irvan Riana Agustian) Hari Ini H ari paling berarti A ku dan dia di sini R asa bahagia hati I ngin seperti ini lagi I ngat selalu hari ini N tah kapan rasak…
Puisi: Tentang Jarak (Karya A. Munandar) Tentang Jarak Memang, tak mudah memahami rindu saat jarak meludahi perjuangan temu; kita cuma punya cinta, merayu hanya merajut-rajut sepi. …
Puisi: Merasakan Sesuatu (Karya Hendro Siswanggono) Merasakan Sesuatu Merasakan sesuatu di luar diri Seorang asing yang was-was dan curiga Bintang-bintang penerang tak menyuluh apapun Gambaran realitas…
Puisi: Kecewa (Karya A. Munandar) Kecewa Aku pernah berharap senyap menangis dalam gelap. Aku pernah terluka berdarah berkali-kali malah. Kita memilih…
Puisi: Pertanyaan di Ujung Malam (Karya A. Munandar) Pertanyaan di Ujung Malam Bukankah kita pernah di sini mencari makna dari kesunyian yang tumbuh di dalam keramaian? sampai sese…
Puisi: Surat untuk Oy (Karya Rini Intama) Surat untuk Oy Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa Oy, itu sepenggal lagu yang kuingat…
Puisi: Meminang Putri Dewa (Karya Daffa Randai) Meminang Putri Dewa : Orihime & Hikoboshi tiada terhitung sudah, ko berapa banyak kesunyian telah rampung kujahit kuperindah sebelum tiba masa ay…