Puisi: Seribu Kunang-Kunang (Karya Gunoto Saparie) Seribu Kunang-Kunang di bentangan persawahan sepi udara pun mendingin di malam hari ada seribu kunang-kunang ada seribu kerdip nyala bintang lalu ad…
Puisi: Jalan Lempang (Karya Gunoto Saparie) Jalan Lempang jalan ini lempang saja tidak belok kanan dan kiri namun entah menuju ke mana aku tak pernah bisa mengerti jalan ini lurus saja, sayang …
Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar) Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur sebab rindu bermuara da…
Puisi: Yang Terbaik (Karya Riyanto) Yang Terbaik Angin berhembus kencang dan sangar Menerpa pilar-pilar kokoh nan tegar Banyak diskusi dan debat kusir Banyak keinginan dan impian yang h…
Puisi: Perihal Uang dan Ketamakan (karya A. Munandar) Uang dan Ketamakan Saat uang menjadi lidah Ketamakan menjadi telinga Tidak ada yang perlu diperbincangkan: Kita sedang menunggu kehancuran.…
Puisi: Aku Masih Seperti yang Dulu (Karya Riyanto) Aku Masih Seperti yang Dulu Terdahulu diskusi alot berempat Terkini diskusi tetap alot bertiga Tetap selalu menyenangkan dan senda gurau Yang berbeda…
Puisi: Kepada Langit (Karya Nissa Rengganis) Kepada Langit Sekian lama pohon-pohon dirobohkan Tak ada lagi tempat meneduhkan Ingin kutanami lagi Tubuh gersang ini Aku yang payah Tangan terus ten…
Puisi: Kisah Dua Hari yang Lalu (Karya Riyanto) Kisah Dua Hari yang Lalu Pagi menjelang siang Sesuatu yang tidak diceritakan, dan akhirnya diceritakan Lisan Petinggi Pusat menyentakkan hati, jiwa, …
Puisi: Tentang Jarak (Karya A. Munandar) Tentang Jarak Memang, tak mudah memahami rindu saat jarak meludahi perjuangan temu; kita cuma punya cinta, merayu hanya merajut-rajut sepi. …
Puisi: Dalam Lapar (Karya Gunoto Saparie) Dalam Lapar dalam lapar aku gemetar tak bisa lagi menyanyi atau menulis puisi menahan rasa tak sabar dalam lapar aku gemetar ketika musim paceklik ti…
Puisi: Persatuan Bangsa (Karya Muhammad Lutfi) Persatuan Bangsa Persatuan kita adalah barikade baja Tak tertembus peluru nyasar Tak mempan nuklir dan penj…
Puisi: Demi Kau dan Dua Buah Hati (Karya Riyanto) Demi Kau dan Dua Buah Hati Tersenyumlah walau dada sesak dan ngos Biarkan tubuh terayun lepas Ikutin irama moda nan keras Agar beban hidup terasa rin…
Puisi: Secawan Rindu (Karya A. Munandar) Secawan Rindu Itukah sungai kehilangan laut? Itukah bintang kehilangan langit? Secawan rindu semangkuk pilu. 7-18 Oktober 2019 …
Puisi: Meminang Putri Dewa (Karya Daffa Randai) Meminang Putri Dewa : Orihime & Hikoboshi tiada terhitung sudah, ko berapa banyak kesunyian telah rampung kujahit kuperindah sebelum tiba masa ay…