2019

Puisi: Pada Kuil (Karya Theoresia Rumthe)

Pada Kuil kuil, kau dan aku kini memasuki pelatarannya. dingin merambat mengecup bibir, daun-daun kering berlari ditiup semilir. hampir malam, bulan …

Puisi: Mekar Bunga Tidur (Karya Theoresia Rumthe)

Mekar Bunga Tidur berbagai pertanyaan menganga menjadi perayaan perihal pulang atau pergi membentuk sebuah perjalanan pada tapak-tapak langkah menuju…

Puisi: Sembunyi Barangkali (Karya Theoresia Rumthe)

Sembunyi Barangkali sembunyi, barangkali abadi. ke dalam gua-gua paling keriput; sembunyi berdendang pada nada dan lirik; sembunyi di dalam hitam put…

Puisi: Perempuan Nelayan Kampung Yepem (Karya Nia Samsihono)

Perempuan Nelayan Kampung Yepem Adalah perempuan sekuat karang Ia membelah hari menuju lautan Diarunginya tepian samudra biru Saat mentari sembunyi d…

Puisi: Seribu Kunang-Kunang (Karya Gunoto Saparie)

Seribu Kunang-Kunang di bentangan persawahan sepi  udara pun mendingin di malam hari ada seribu kunang-kunang ada seribu kerdip nyala bintang lalu ad…

Puisi: Jalan Lempang (Karya Gunoto Saparie)

Jalan Lempang jalan ini lempang saja tidak belok kanan dan kiri namun entah menuju ke mana aku tak pernah bisa mengerti jalan ini lurus saja, sayang …

Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar)

Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu         izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur         sebab rindu bermuara da…

Puisi: Yang Terbaik (Karya Riyanto)

Yang Terbaik Angin berhembus kencang dan sangar Menerpa pilar-pilar kokoh nan tegar Banyak diskusi dan debat kusir Banyak keinginan dan impian yang h…

Puisi: Perihal Uang dan Ketamakan (karya A. Munandar)

Uang dan Ketamakan Saat uang menjadi lidah Ketamakan menjadi telinga Tidak ada yang perlu diperbincangkan: Kita sedang menunggu kehancuran.…

Puisi: Aku Masih Seperti yang Dulu (Karya Riyanto)

Aku Masih Seperti yang Dulu Terdahulu diskusi alot berempat Terkini diskusi tetap alot bertiga Tetap selalu menyenangkan dan senda gurau Yang berbeda…

Puisi: Kepada Langit (Karya Nissa Rengganis)

Kepada Langit Sekian lama pohon-pohon dirobohkan Tak ada lagi tempat meneduhkan Ingin kutanami lagi Tubuh gersang ini Aku yang payah Tangan terus ten…

Puisi: Kisah Dua Hari yang Lalu (Karya Riyanto)

Kisah Dua Hari yang Lalu Pagi menjelang siang Sesuatu yang tidak diceritakan, dan akhirnya diceritakan Lisan Petinggi Pusat menyentakkan hati, jiwa, …

Puisi: Tentang Jarak (Karya A. Munandar)

Tentang Jarak Memang, tak mudah memahami rindu saat jarak meludahi perjuangan temu; kita cuma punya cinta, merayu hanya merajut-rajut sepi. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.