Rumah

Kulihat dari cahya bulan di perkarangan
Serambiku kelam dan berudara sepi
Tidak ada suara, dada pula bayangan
Kecuali sahabatku, semuanya pergi

Terkadang terasa perlunya ke rumah
Atau terasa perlunya tak pulang ke rumah
Bercerita dan berkaca pada hari-hari kupunya
Di rumahku besar sekali nubuah sebuah kisah

Kalau aku tiba terdengar suara berdetak tiba-tiba
Malu-malu hati sahabatku rupanya ikut bicara
Tanpa tekanan yang mendesak atau tinggi hati
Alangkah cintanya dia padaku

Terkadang sebelum masuk rumah
Aku melihat ke atap dan bertanya-tanya
Adakah dia di dalam, masihkah dia cinta
Alangkah besar rasanya hidup, bila hatiku tak gelisah.


Etsa, Pustaka Jaya, Jakarta, 1976
Puisi: Rumah
Puisi: Rumah
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Baca juga: Kumpulan Puisi Bikin Baper

Post A Comment:

0 comments: