Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Linang (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Puisi: Linang Karya: Arif Bagus Prasetyo
Linang

Hup!
Satu sukukata lagi mungkin cukup membujuk hujan yang menyergap diam-diam dari mulut selat itu waktu laut meliuk jalang mengibaskan rok dalamnya yang terawang kepadamu hingga dawai-dawai badai yang menegang dalam darah yang mengerang dalam engah ingin nyanyi lebih nyaring mau cumbu makin ngilu dengan gasang pikiranmu yang berpendar samar-samar menyisiri misai kabut biar bisa terus ngepak terus ngombak bagai sayap-sayap kuyup di geladak memar sana sementara bibir langit pun tergelak memandangnya menggelegak menyemburkan manik-manik matahari yang meleleh seketika sesampainya di ubunmu.

Satu sukukata lagi, hup!
Dan sekunar pelupukmu akan karam, Tuan
tak kuasa melayari linang bandang cuacaku.

1996

Sumber: Memento (2009)

Arif Bagus Prasetyo
Puisi: Linang
Karya: Arif Bagus Prasetyo
© Sepenuhnya. All rights reserved.