Ulang Tahun di Kedai Sate Padang

Baik, tuan, 49 tusuk daging lidah

(Maaf, sekali ini saja tuan ingatlah
padaku. Lidah senyap yang mengunyah,
melembutkan muslihat)

lidah lembu yang pedas
lidah pengicuh bergerak lemas

Kuhuni mulutmu serupa hewan penunggu
guha keramat. Guha yang mengeluarkan 
sekalian gema dan bayang. Ada banyak 
peristiwa ketika tuan diam-diam datang
mengucap mantera penjinak. Berbaring
di bawah tubuhku tuan mengikat leherku

lidah berkuah yang hangat
lidah kata yang melihat

Sejak itu, tuan, aku tumbuh
sebagai pesuruh. Seekor anjing putih
dari jenisnya yang paling indah. Matanya
serlang, taringnya berkilauan. Yang setia
menjaga selimut cahaya bulan sementara
tuan mengendap-endap ke dalam guha
Mengubah sekalian bayang, mengicuh
jantung terang

(Maaf, sekali ini saja tuan ingatlah
padaku. Lidah senyap yang mengunyah,
melembutkan muslihat)

Baik, ini tuan, 49 tusuk daging lidah

2015
Puisi: Ulang Tahun di Kedai Sate Padang
Puisi: Ulang Tahun di Kedai Sate Padang
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis

Post A Comment:

0 comments: