Puisi: Gurun (Karya Abinaya Ghina Jamela) Gurun Gurun adalah tempat paling kering. Pasir luas seperti langit dunia. Firaun dan para budaknya tinggal di sana Mereka bekerja keras untuk membang…
Puisi: Roti Lapis (Karya Abinaya Ghina Jamela) Roti Lapis Ada pelangi di mulutku yaitu roti lapis dan ada dua lapis roti aku memakannya rasanya ada awan lembut di mulutku. Dan ada tiga rasa. Keju …
Puisi: Naga (Karya Abinaya Ghina Jamela) Naga Waktu itu, aku bermimpi menjadi kesatria melawan naga ganas. Lalu aku bertemu putri cantik. Lalu dia memberiku pedang. Lalu aku berperang dengan…
Puisi: Gelang Kuning (Karya Abinaya Ghina Jamela) Gelang Kuning Siang hari ibu membeli gelang berwarna kuning. Ketika ibu memberikan gelang itu aku tak akan melepaskannya walau kakak memintanya, tak …
Puisi: Susu (Karya Kinanthi Anggraini) Susu Dari dua buah dada telanjang disambut kepala mungil telentang menghisap puting yang tak pernah tidur dari kau terjaga hingga menden…
Puisi: Natal di Sintesa Peninsula (Karya Acep Zamzam Noor) Natal di Sintesa Peninsula Aku meninggalkan kamar dan pergi ke puncak bukit Jalan menanjak dan melingkar adalah rute resmi Menuju pagi. Kabu…
Puisi: Jam (Karya Abinaya Ghina Jamela) Jam Ibu membeli jam berwarna merah. Jam itu seperti bola berwarna merah. Aku membawanya kemana-mana. Aku melepasnya ketika di rumah, pas menggambar, …
Puisi: Jalan Kecantikan (Karya Joko Pinurbo) Jalan Kecantikan Kau telah menemukan jalanmu: jalan berliku dan berbatu-batu menuju mata airmu di celah bukit itu. Malam meremang-redupkan…
Puisi: Tanpa Suara (Karya Acep Zamzam Noor) Tanpa Suara Menjelang sahur Seorang anak berdoa Tanpa suara. Sunyi melenting Ke langit subuh Tiba-tiba malaikat Meluncur tanpa sayap Ke bumi. Ia mend…
Puisi: Drakula (Karya Abinaya Ghina Jamela) Drakula Drakula keluar di malam hari kalau keluar di siang hari tubuhnya terbakar seperti kayu untuk memasak. Drakula minum darah dan memakan daging.…
Puisi: Sepatu (Karya Abinaya Ghina Jamela) Sepatu Aku membeli sepatu yang berwarna biru ia mengkilat seperti matahari yang memantul ke jendela. Lalu sepatu itu seperti mobil, membawaku kemana …
Puisi: Bank (Karya Abinaya Ghina Jamela) Bank Di luar aku menemui pak satpam Kata bunda ia lelaki besar penjaga keamanan. Ia tidak seram dan tersenyum padaku. Ketika aku masuk, aku harus tek…
Puisi: Batu Pacakop (Karya Acep Zamzam Noor) Batu Pacakop Bibirku hanya mendarat di kening batu karang Ketika angin mengabarkan seseorang pergi ke selatan…
Puisi: Liburan (Karya Sam Haidy) Liburan Aku ingin pergi ke luar kota Menyewa sebuah kamar murah Untuk tidur delapan belas jam per hari Dan terjaga tengah malam sampai enam…
Puisi: Prinsip (Karya Hasbi Burman) Prinsip Setiap sehabis senja ada pertarungan-pertarungan piala siap diperebutkan bukan sekeping hati yang luka bukan juga dendam antara kit…