2015

Puisi: Putaran Waktu (Karya Acep Zamzam Noor)

Putaran Waktu Rambut-rambut hujan Berjatuhan dari udara Tahun-tahun kesedihan Berkaca di bening mata Rumbai-rumbai kabut Bergelayut pada dahan Abad-a…

Puisi: Jalan Setapak (Karya Acep Zamzam Noor)

Jalan Setapak Cahaya pagi Kabut perlahan pudar Jalan setapak 2015 Sumber:  Tonggeret (2020) Analisis Puisi: Puisi “Jalan Setapak” karya Acep Zamzam N…

Puisi: Ada Kalanya (Karya Hendro Siswanggono)

Ada Kalanya Ada kalanya mempersiapkan pesta dengan pedang di pinggang, diam-diam menggenggam seikat bunga dari cawan air mata, irama derap kuda ma da…

Puisi: Darmacaang (Karya Acep Zamzam Noor)

Darmacaang (1) Udara sejuk Aroma getah pinus Sehabis hujan Darmacaang (2) Menatap taman Semerbak harum pagi Bunga kecubung 2015 Sumber:  Tonggeret (2…

Puisi: Gagak (Karya Acep Zamzam Noor)

Gagak (1) Melihat langit Kegelapan sempurna Suara gagak Gagak (2) Udara dingin Air mata menetes Kuburan basah 2015 Sumber:  Tonggeret (2020) Analisis…

Puisi: Buku Latihan Tidur (Karya Joko Pinurbo)

Buku Latihan Tidur Malam-malam ia suka bermain kata bersama buku latihan tidur. Buku latihan tidur memintan…

Puisi: Pulang (Karya Hendro Siswanggono)

Pulang / seperti tragedi dengan kerinduan kalau aku datang bukakan pagar benahi meja masukkan lemari mobil-mobilan mainan boneka baju-baju lama kelua…

Puisi: Dendang Malam (Karya Weni Suryandari)

Dendang Malam Pada jelang malam, saat bulan menepi Kunang-kunang mencari sepasang mata Yang tajam melesat panah di jantungku         ; percik cemburu…

Puisi: Gurita (Karya Kinanthi Anggraini)

Gurita Yang melingkar pada kedua sisi perut mungil yang berisi pagi tali sejumlah sepuluh kaki berikat erat di kanan dan kiri di sanalah…

Puisi: Jalan ke Bukit (Karya Acep Zamzam Noor)

Jalan ke Bukit (1) Jalan ke bukit Pohon-pohon angsana Mentari turun Jalan ke Bukit (2) Lintang pelangi Membelah langit siang Awan berarak Jalan ke Bu…

Puisi: Anak Pencuri (Karya Joko Pinurbo)

Anak Pencuri Pada hari ulang tahunnya saya datang ke rumahnya dan hanya ditemui oleh anaknya. "Selamat malam. Saya mencari bapakmu."…

Puisi: Waktu (Karya D. Kemalawati)

Waktu Waktu seperti derai cemara bergelimang di pasir pantai angin menyatukan dalam dekapan dalam sunyi da…

Puisi: Punggungmu (Karya Joko Pinurbo)

Punggungmu Ibu kota Jakarta adalah punggungmu. Punggung yang sabar menanggung beban kerjamu, bangun pagim…

Puisi: Kunang-Kunang (Karya Acep Zamzam Noor)

Kunang-Kunang Petang mematangkan cahaya Malam mengendapkan waktu Kunang-kunang di balik mata Meneteskan bulir-bulir rindu 2015 Sumber:  Tonggeret (20…

Puisi: Pemeluk Agama (Karya Joko Pinurbo)

Pemeluk Agama Dalam doaku yang khusyuk Tuhan bertanya kepadaku, hamba-Nya yang serius ini, "Halo, kamu seorang pemeluk agama?" …
© Sepenuhnya. All rights reserved.