Syair Terakhir
(: erwin zubiyan)

di tepi river torrents
rumput tumbuh di sekujur tubuh kita, win
bersama angsa-angsa hitam
bebek-bebek kelabu
dan pelikan yang rakus
tidur. tidurlah sebagai tanah
perahu popeye V telah merapat
aku mesti berangkat
kapiten akan membawaku ke kebun binatang

sebentar, win,
angin akan meletakkan ibis di bahumu yang lebar
aku menyusur sungai mencari lagumu tenggelam.

2015
Puisi Syair Terakhir
Puisi: Syair Terakhir
Karya: Gunawan Maryanto

Post A Comment:

0 comments: