Puisi: Daun Penutup Karya: Isbedy Stiawan ZS
Daun Penutup

jangan kausimpan daun-daun bekas penutup itu, perempuanku,
agar apel yang kumakan dan kini telah rimbun buahnya
tak mengundang kembali ular yang akhirnya kita tersasar
di antara bukit dan padang. aku akan semakin sedih jika
kita terpisah lagi. aku mencarimu di bawah sengat matahari,
dan kau memanggil-manggilku dari kejauhan. tertutup
dan terik matahari: tubuhmu peluh

harus dengan apa kuingatkan lagi, ketika daun-daun bekas
penutup itu kausimpan rapi. selalu katamu: daun-daun itu
adalah kenangan. dan sebagai ingatan, jangan sampai hilang.
tapi karena ingatan-ingatan akan masa silam itu aku tidak
pernah bisa merangkai kenangan baru. hanya berdiam atau
menghitung lembar-lembar daun, meski tak pernah tepat
hitungannya. aku tak lagi ingat sudah berapa kesalahan
dan kebenaran

kutabung dan kusia-siakan.

Puisi: Daun Penutup
Puisi: Daun Penutup
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Artikel Pariwisata
Loading...

Post A Comment:

0 comments: