Puisi: Paling Kelam Karya: Isbedy Stiawan ZS
Paling Kelam

sekelam apa ketika parasmu lesap
gambar dalam kenangan terbakar
dan ranjang percintaan tinggal puing?

aku jadi tahu langkah
tak pernah meninggalkan getar
dan peluh dari percintaan yang agung
hanya menyisakan pulau-pulau

“lupakan segala pertemuan,
segala tawa dan perih,” bisikku

gambar dalam kenangan itu
tak akan pernah lagi tersenyum
memandang puing ranjang
pulau-pulau yang hilang
atau parasmu yang kini menggenang

lupakan riang percintaan
untuk waktu paling kelam!
17/09/2003
Puisi: Paling Kelam
Puisi: Paling Kelam
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Puisi Ibu Bermajas
Loading...

Post A Comment:

0 comments: