Puisi: Elegi Nakhoda Harap (Karya A. Munandar) Elegi Nakhoda Harap Dengan atau tanpa memaksa, aku mungkin akan menyesali. Satu atau dua, atau mungkin tiga tahun lagi. Hanya masalah waktu. Untu…
Puisi: Linggau Malam (Karya Motinggo Boesje) Linggau Malam ketika aku akan pulang terpaksa aku tanyakan hati segala yang terbetik dari laut-birunya liarnya kehidupan berpotret diri-sendiri dalam…
Puisi: Tanpa Sisa Rasa Sesal (Karya Amanda Amalia Putri) Tanpa Sisa Rasa Sesal Aku hanya ingin membagi rasa bahagia ini denganmu bukan dengan cara menyakiti Mati-matian aku mencintaimu Belum sempat sembuh s…
Puisi: Membakar Jiwa yang Merana (Karya Amanda Amalia Putri) Membakar Jiwa yang Merana Tangan terasa gatal ingin menggaruk mulut-mulut yang gemar mengincar mangsa Menjilat-jilat arang sekam Menggenggam bara api…
Puisi: Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh (Karya B. Y. Tand) Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh Dalam lautku kapal-kapal bertolak memuat luka-luka Dalam lautku kapal-kapal berlabuh menyusukan luka-l…
Puisi: Catatan Kepergian (Karya Raedu Basha) Catatan Kepergian Malam berderap seperti kaki gelap melangkah pergi dan kamu nikmati tangis tak pedih bangunlah dan ucapkan selamat malam …
Puisi: Rangkuman Sebuah Foto (Karya A. Munandar) Rangkuman Sebuah Foto Aku benci mengenangmu. Aku benci memikirkanmu. Karena semua tentangmu membuatku benci dengan hidupku membuatku benci dengan…
Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar) Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…
Puisi: Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki (Karya Medy Loekito) Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki Di bawah bayang-bayang garis cahaya bulan kupintal hasrat-hasrat tanpa harap menyanyi lagu-lagu sumbang s…
Puisi: Yang Terampas dan Yang Putus (Karya Chairil Anwar) Yang Terampas dan Yang Putus Kelam dan angin lalu mempesiang diriku, menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin, malam tambah merasuk, rimba jad…
Puisi: Selain Sia-Sia (Karya Moh. Wan Anwar) Selain Sia-Sia selain sia-sia, adakah dosa tercatat di bentangan aspal dan ketenteraman kebun belakang rumah kita mungkin yang ada cuma kecemasan bia…
Puisi: Kekalahan yang Menang (Karya A. Munandar) Kekalahan yang Menang (I) Malam larut, terlanjur kita mengubur nasib berwajah aib. Sepakat dengan derajat, martabat, keha…
Puisi: Fragmen Perpisahan (Karya A. Munandar) Fragmen Perpisahan Terikat dengan mimpi yang tidak ingin kita perjuangkan, bersujud dalam nurani insani. Setiap hari kita menyalahkan takdir, se…
Puisi: Tak Ada yang Salah (Karya A. Munandar) Tak Ada yang Salah Kedatanganmu adalah ketidaksengajaan yang tumbuh tanpa pupuk, dengan sendirinya berbunga dan berbuah tak bisa dipetik. Tak a…
Puisi: Hujan Waktu Itu (Karya A. Munandar) Hujan Waktu Itu Hujan pertama telah datang dari perginya September lalu. Bumi kembali basah, begitu juga hatiku. …