Puisi: Adat/Istiadat Cinta (Karya A. Munandar) Adat / Istiadat Cinta Aku menutup mataku meratapi sebuah bayang meraba lukaku karena kenyataan selalu bertanya padaku di mana duni…
Puisi: Pertempuran Batin (Karya A. Munandar) Pertempuran Batin Membingungkan betapa kita menenun dan terus menenun kejujuran demi kejujuran hanya demi melahirkan satu kebohongan yang kita se…
Puisi: Perihal Patah Hati (Karya A. Munandar) Perihal Patah Hati Untuk apa mengungkit Kenangan-kenangan pahit? Karena semakin dijahit Semakin terasa sakit. Bukankah leb…
Puisi: Obsesi Salah Tempat (Karya A. Munandar) Obsesi Salah Tempat Kuikuti arus-arus jemu menguras warna-warni semu namun tak jua kutemui, sesuatu yang seteduh bisikan itu. Ingatan telah membawaku…
Puisi: Karena Kita Bukanlah Takdir (Karya A. Munandar) Karena Kita Bukanlah Takdir Pernah kita meranjangi masalah, mengajak dansa setiap hinaan, bertindak terlalu jauh, hingga mencoba memerintah kuasa…
Puisi: Kapan Dia Datang? (Karya A. Munandar) Kapan Dia Datang? Suatu yang tak bisa kau mengerti, sesuatu yang tak bisa aku jelaskan. Mereka menyebutnya hasrat, yang lain menyebu…
Puisi: Aku Tidak Sanggup (Karya A. Munandar) Aku Tidak Sanggup Aku tidak sanggup bertemu karena bertemu artinya menambah kenangan lagi. Aku tidak sanggup, itu saja. 26 April…
Puisi: Celoteh Luka (Karya Lalik Kongkar) Celoteh Luka Semua kisah tentang kita sudah jauh berbeda Ketika kita sepakat untuk tak lagi bersama Ketika kita sepakat untuk saling melepaskan gengg…
Puisi: Aku Minta kepada Allah (Karya Sayyid Qutb) Aku Minta kepada Allah Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, Namun Dia memberiku kaktus berduri. Ak…
Puisi: Tak Mengapa dengan Mimpi (Karya A. Munandar) Tak Mengapa dengan Mimpi Tak bernyawa suara ini Tak bertali kenangan itu Dari di mana aku mencari Sampai ke mana aku menunggu. …
Puisi: Maafkanlah (Karya A. Munandar) Maafkanlah! Dirantai sepi yang mampu meninggikan khayal, sedikit aku memahami cara yang kau pilih menjalankan nasib. Mungkin aku bukan bagian dar…
Puisi: Kunyanyikan Sebuah Lagu (Karya Mahdi Idris) Kunyanyikan Sebuah Lagu Kunyanyikan sebuah lagu merdu tentang cinta dan penghianatan serta kerinduan yang tiada batasnya. Kunyanyikan sej…
Puisi: Nasihat Nenek pada Cucu Laki-lakinya yang Sedang Patah Hati (Karya F. Rahardi) Nasihat Nenek pada Cucu Laki-Lakinya yang Sedang Patah Hati Seorang Nenek yang sendirian memberikan nasihat pada Cucunya yang sedang patah hati …
Puisi: Putus (Karya Marianus Elki Semit) Putus Hatinya retak bagaikan puing-puing genteng sulit disatukan Perempuan itu tak kuasa menahan rasa sakitnya Perasaan setres selalu menghantui jiwa…
Puisi: Setelah Badai Reda (Karya Elisa Dewi Kristina Marpaung) Setelah Badai Reda Tahun 2022 lalu aku merasa dunia akan runtuh, saat genggaman jarimu yang tak lagi bisa kugenggam. Namun waktu adalah penyembuh yan…