Puisi Patah Hati

Puisi: Ya Allah, ya Rabbana (Karya Marah Roesli)

Ya Allah, ya Rabbana (Syair Sitti Nurbaya) Ya Allah, ya Rabbana, Tiadakah kasih hamba yang hina? Menanggung siksa apalah guna, Biarlah hanyut ke mana…

Puisi: Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki (Karya Medy Loekito)

Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki Di bawah bayang-bayang garis cahaya bulan kupintal hasrat-hasrat tanpa harap menyanyi lagu-lagu sumbang s…

Puisi: Pada Waktu yang Mana (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Pada Waktu yang Mana Entah pada waktu yang mana aku telah membuat persetujuan untuk menutup rapat hati me…

Puisi: Mimpi Kita Bertuan Rindu (Karya A. Munandar)

Mimpi Kita Bertuan Rindu : H & A Mimpi kita bertuan rindu Tak tentu ke mana hati 'kan berpalu. Ke tengahkah atau ke hulu…

Puisi: Rambut Hujan (Karya Beno Siang Pamungkas)

Rambut Hujan (buat yang patah hati lantaran cintanya ditolak) Petir dan gelap bercermin di buram rambut hujan…

Puisi: Reklame Bunuh Diri (Karya Beno Siang Pamungkas)

Reklame Bunuh Diri Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh seorang lelaki menyerahkan lehernya dan menyatakan cinta kepada s…

Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar)

Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…

Puisi: Pertempuran Batin (Karya A. Munandar)

Pertempuran Batin Membingungkan betapa kita menenun dan terus menenun kejujuran demi kejujuran hanya demi melahirkan satu kebohongan yang kita se…

Puisi: Adat/Istiadat Cinta (Karya A. Munandar)

Adat / Istiadat Cinta                 Aku menutup mataku meratapi sebuah bayang meraba lukaku karena kenyataan selalu bertanya padaku di mana duni…

Puisi: Hari Itu (Karya A. Munandar)

Hari Itu Hentakan nafas yang memburu hembusan kenangan manis, mengangkat utuh keistimewaan cinta yang begitu lama tersembunyi. Kita. …

Puisi: Tak Sepadan (Karya Chairil Anwar)

Tak Sepadan Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasvéros. …

Puisi: Bercerai (Karya Chairil Anwar)

Bercerai Kita musti bercerai Sebelum kicau murai berderai. Terlalu kita minta pada malam ini. Benar belum puas serah-menyerah Darah …

Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar)

Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu         izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur         sebab rindu bermuara da…

Puisi: Tak Ada yang Menangis Untukmu (Karya A. Munandar)

Tak Ada yang Menangis Untukmu Mungkin wajahnya melambangkan sesuatu yang menyenangkan dan hatinya terbentuk …

Puisi: Tentang Kita (Karya A. Munandar)

Tentang Kita Betapa buruknya untuk menyadari, bahwa semua yang aku lakukan demimu adalah semua yang tidak akan pernah kau lakukan demiku. Bahkan u…
© Sepenuhnya. All rights reserved.