Puisi: Penjaga Taman Karya: Isbedy Stiawan ZS
Penjaga Taman

IA tak bisa melupakan masa silam:

saat itu usianya baru enam tahun
namun sangat menyukai kebun
dan tiap pagi ia menuju taman
yang terbentang di depan rumah
lalu menyirami bunga-bunga
dan mematahkan daun-daun yang kuning

ia selalu tersenyum bila taman itu
tiap pagi berbunga: merah, putih, dan hijau
wanginya menyebar, membuatnya terpukau

"sebagai anak perawan, demikian taman
adalah kerinduan tiap pagi dan petang. setelah
itu ke dapur membantu ibu menanak. sehingga
begitu dewasa, kau akan dipinang untuk
memilih sebagai bunga yang mampu menjaga
kecantikan. ataukah permaisuri karena bisa
bikin suami betah di meja makan," kata ibunya

tapi, di rumah ia sering sendiri. ke taman karena
ingin bercakap-cakap dengan bunga atau kupu-kupu
dan jika di dalam rumah, hanya membayangkan
betapa indahnya kelak sungguh-sungguh jadi
permaisuri.                     dicintai seperti kupukupu
merindukan bunga       digauli karena paras cantik
                                                sang permaisuri

tapi, ia terkejut. wajahnya kecut. pada kesendirian
itu, ia tak bisa menjaga bunga sehingga tangan
lelaki memetik, lalu melempar ke kubang sampah

(SAMPAI kini kenangan tentang bunga yang
dipetik tangan lelaki yang diakuinya lebih biadab
dari perusak hutan, selalu meracuni benaknya)

Mei-Juni 2011
Puisi: Penjaga Taman
Puisi: Penjaga Taman
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Fakta Dunia

Post A Comment:

0 comments: