Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Pesta Bakar Ikan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

|
Pesta Bakar Ikan

nelayan tahu kapan harus menjejak di pantai, sementara ikan akan memilih
laut paling dalam. walau jala membawanya kembali ke bara dan siap kau santap.

ikan laut dan ikan air tawar akan terhidang juga di depanmu. kau akan menyantap
dengan perut kosong ataupun kenyang. sedangkan nelayan tetap sunyi
di laut lepas. juga pemancing menahan kantuk di tepi sungai. atau bercengkerama
bersama keluarga di rumah yang dibangun di tepi air, dengan kekhawatiran dilumat
badai. kau lupakan ihwal itu semua…

di sisi dia segalanya menjadi lupa. secuil slilit di bibirmu dihapus jemarinya, kau pun
tenteram oleh belaian. “aku jemu ditinggal sendiri di rumah, maka izin aku pamit
jalan bersamanya.” Katamu sebelum pergi. tak seorang pun bisa mencegahmu,
karena sebagai pejalan mesti kaki diayunkan: menembus malam, masuki ceruk
ruang temaram, hutan durian, ladang jagung, kolam ikan, ataupun pantai.

sejak itu pesta demi pesta digelar. “kau mau ikan bakar?” ia menawarkan. kau pun
tak ingin menolak, apalagi masak cumi-cumi kesukaanmu. “tunggu aku di rumahmu, segera aku datang membawa lelehan liur,” ujarmu bersemangat.

“aku akan hapus liurmu dengan lidahku yang haus…” katanya lembut.

matamu pun pejam….

26-28 Maret 2008

Puisi: Pesta Bakar Ikan
Puisi: Pesta Bakar Ikan
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.