Amarah I

Gerhana lagi ingatanku
matahari kaupadam
menancap di kepala;
bagai rupa rubah dalam hujan.

Alangkah, katamu, matahari
berjalan perlahan singgah di dadaku
melampiaskan hasrat kemarau
menikam jantung basah.
Tapi dadaku bukan langit
terhampar ditaburi planet
yang menjemur diri
sesekali luput dari ingatan.

Aku tak pernah menyusupi matahari
dalam liang tubuhku
mengeram geram di dada
melepas hasrat panah
menembus bianglala.

Pondok Kates, 02/03/2016
Puisi: Amarah I
Puisi: Amarah I
Karya: Mahdi Idris

Baca Juga: Kumpulan Puisi Kehidupan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: