Puisi: Anjing Belang (Karya Mahatmanto)

Anjing Belang

Sering kami berjumpa di sini 
hampir setiap malam hari 
di malam kelam dan terang 
kalau aku pergi ke belakang 
mengambil air sembahyang 
dan dia mencari sisa-sisa yang terbuang 
di keranjang sampah dekat perigi.

Pernah dia terpijak 
dan aku terkejut melompat. 
Dia memekik kikik dan terus lari. 
Mungkin dai marah dan mengutuki 
sedang sekali-kali tidak kusengaja.
Timbul pertanyaan yang mengerikan dalam hati
– Siapa di antara kami yang paling dikasihi Ilahi?

Aku, ataukah anjing belang kerdil kecil ini 
dengan lidah yang meraba-raba sampah 
di atas tanah?

1950
Puisi: Anjing Belang
Puisi: Anjing Belang
Karya: Mahatmanto

Baca Juga: Puisi Karangan Bunga
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar