Puisi: Lupakan Perjalanan Karya: Isbedy Stiawan ZS
Lupakan Perjalanan

“jangan sakiti aku,” harapmu, setelah beberapa malam kau lelap sendiri
sementara aku terus-terusan mencecap embun, dan menyusuri kelam
sejumlah jalan. kota semakin berkabut, jalan-jalan basah, dan orang-orang
terdengar batuknya.

ah, dua kanak-kanak tak bisa lagi menahan lelahnya - juga kantuk - lalu
di tepi jalan, di bibir trotoar, ia pun lelap. berpeluk lutut, berselimut
rekat. “akan kulindungi adikku dari sengat dingin, juga embun, dan
debu dari roda kenderaan. malam semakin meruncing.”

jalan pagaralam susut, meski warung-warung tetap memancarkan sinar. dan
aku menyeret letih ke pembaringanmu, kekasih!

lupakan dua kanak-kanak itu, sambil menyimpan sakit hati.

2009
Puisi: Lupakan Perjalanan
Puisi: Lupakan Perjalanan
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Contoh Puisi Pendek 1 Bait
Loading...

Post A Comment:

0 comments: