Puisi: Sepasang Mata di Jendela (Karya Frans Nadjira)

Sepasang Mata di Jendela

Di kaca jendela basah
Sepasang mata dingin
Menatap ke dalam kamar
Melihatku terbaring di lantai.

Jika aku tak bangun karena tidur kekal
Basuh tubuhku dengan wangi lelap
Dan bunga-bunga yang melayang ringan
Dalam suram kamarku yang senyap.

Sepasang mata tanpa kedip
Menjadi embun kelabu musim hujan
Jemari bulan Desember yang basah
Derit jendela yang catnya terkelupas.

Ternyata dalam maut
Kita tidak menemukan siapapun.

Tak ada malaikat atau bulan
Hanya hening ngarai yang dalam
Tanpa rasa ... Tanpa sapa
Hanya nyenyak yang tak kuinginkan berakhir.

Datanglah ke pestaku, pisau-pisau
Datanglah dengan pakaian berkilatmu
Kedua tanganku akan merangkulmu
Di bawah tatapan sepasang mata di jendela.

Ayo, menari... Ayo, menyanyi
Masuk kalian ke senyap gairahku
Ke rongga tanpa dengungku... Ayo... Ayo
Tatap maut itu, tak hirau janji-janji manis
Atau ancaman mengerikan.

Kantong empedu yang pahit dan bernanah
Bikin aku senang... Bikin aku bergairah
Menggoyangkan seluruh tubuhku
Dalam irama liang kuburku.

2009
Puisi: Sepasang Mata di Jendela
Puisi: Sepasang Mata di Jendela
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi karya Catur Stanis
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar