Serenada Sulfatara

Tataplah matamu ke utara
tempat dimana sang raksasa
mendendangkan nyanyian sulfatara
menyungging senyum erupsi menjulurkan lidah lava

Raksasa yang sekian waktu diam di sunyi kediamannya
diam-diam mengulum dendam dan meletupkan gelisahnya
setelah berabad terendam dalam buai impian
merasa aman dan nyaman di bumi selatan

Kali ini bukanlah sekadar sesumbar
bila ia sanggup menimbun kotamu dengan lahar berhektar-hektar
muntahan material beribu-ribu, berjuta-juta, bermiliar-miliar
dari mual mulas perutnya siap menghajar dan membakar

Hendaknya kau mulai menghitung kembali
menata jarak memindai tindak
mengukur langkah menjaga amanah
agar percaya diri tak menebal jadi tinggi hati

Saatnya untuk mengupdate status kotamu
dari berhati nyaman menuju penuh kesiagaan
mencermati setiap gejala mengawasi tanda-tanda
mewaspadakan setiap jengkal kemungkinan

Ada baiknya kau sudahi saja sampai di sini
keangkuhan sikapmu itu yang senantiasa merasa aman
di bumi nan tak kunjung reda memanggang derita
berbalut fatamorgana.

Gg Ungaran, november 2010
Puisi: Serenada Sulfatara
Puisi: Serenada Sulfatara
Karya: Catur Stanis

Baca Juga: Puisi tentang Buruh
Loading...

Post A Comment:

0 comments: