HO – HO

bunyi tawaku biasa saja : HO – HO
lalu langitpun sepi dan
bunga-bunga seperti bom
meledak dan angin pun
sepoi-sepoi basa
sejuk dan nyaman
hanya perutkulah yang tetap gatal
dan mulutku pun tetap terpingkal-pingkal
HO – HO begitu.

1975
Pernah dimuat di Majalah Horison, September 1976
Puisi HO – HO
Puisi: HO – HO
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Puisi Kasih Sayang Keluarga
Loading...

Post A Comment:

0 comments: