Puisi: Dari Secangkir Coklat

Dari Secangkir Coklat

tahun, cangkir yang kosong, dari cecap terakhir masih kau ingat segenang kenang, demikian manis, demikian manis

tapi dari sekental coklat hangat, ada yang menulis pada buku: ini sepi mengajariku sendiri

sebagai lembar yang kusut dan juga sepi, di sana digambar ilalang, rembulan, matahari, gerhana, gelombang, ah mata yang hitam...

: kau tahu ada yang bertanya, mimpi siapa kiranya hadir sendiri?

Puisi Dari Secangkir Coklat
Puisi: Dari Secangkir Coklat
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ayah

0 Response to "Puisi: Dari Secangkir Coklat"

Posting Komentar

close