Puisi: Jamur (Karya F. Aziz Manna)

Jamur

berpegang ke gagang jamur aku berpayung melangkah memasuki bangunan-bangunan kota yang baur kabur lebur hancur terguyur hujan (langit adalah tumpukan jubah yang memburai benang-benangnya) november yang kacau

di pusat genangan timbunan kubur kegentingan ingatan tersisa kupanggil kubangkitkan ilusi purba di mana batu dan tanah kukuh bersekutu membentengi serbuan mata timah besi tembaga dari anak panah dan tubuh peluru

tubuhmu yang hampir bugil beku kuanyam kembali dengan berlembar kain hitam merah hijau bergambar pohon burung matahari serupa panji-panji perlawanan atas penaklukan

di titik lain di musim lain (mungkin) jamur-jamur baru menyembul serupa sigi, peli, korek api, dan kobaran lain yang mengancam dalam pikiran dan sewaktu mekar ia serupa ayoman di mana oase areola menyoklat hangat di pusat lingkar putihnya

di titik itulah aku berbaring melingkar serupa ular memamah ekor sendiri

2017

Puisi Jamur
Puisi: Jamur
Karya: F. Aziz Manna

Baca Juga: Puisi LDR Terbaru
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar