Alang Kepalang Tak Terduga
(hadiah hut buat bang im)

bel berbunyi dan lampu berkedipan, merah dan hijau. Alangkah
gawatnya perjalanan ini, hari menuju malam, waktu menuju
kelam; dan kita menuju juga: barangkali ke sana! Alangkah
beratnya tanggungan ini, bahagia terasa pedih, sengsara
telah mengupih; dan bahu bertanya juga: sampai ke mana?
Alangkah asingnya segala, setelah sedikit bahagia mengada,
setelah sedikit putus asa sirna; dan segala masih saja
kembali seperti semula: alang kepalang tak terduga!

1974
Puisi: Alang Kepalang Tak Terduga
Puisi: Alang Kepalang Tak Terduga
Karya: Hamid Jabbar

Baca Juga: Story WA Puisi Keren

Post A Comment:

0 comments: