Anggur János

Pada pukul sepuluh malam
kukenang sehelai puisi hidupku

Sendiri, di Jalan Sándor Petőfi

Suara sepasang sepatu
mendahului langkah kaki

Tiada yang lebih dingin dari sepi

Pohon-pohon tumbuh di langit
trotoar menggantung di udara

János si pemberani tidur di ranjang kekasihnya

Pada pukul sepuluh malam
sebotol anggur berubah menjadi tinta darah

Menulis ulang sejarah Magyar

Penyihir-penyihir bertubuh kuda
naga-naga bersayap api
serigala-serigala berkepala manusia
burung-burung gagak berparuh besi
gadis-gadis penari bermata ceri
berpesta di atas bangkai Eropa

Pasukan raksasa berkemah di tepian Duna
menyanyi, merayu, menyumpah, memaki

Dalam bahasa pedalaman Turki

János, János, bangunlah!
lunak payudara telah membuatmu lemah

Hangat tubuh perempuan bukan negeri ibumu

Pergilah ke benteng Citadel
dan lihatlah jauh di bawah

Mereka menangis di atas bangkai Eropa
buah-buah ceri berkelamin wanita
tombak-tombak besi berbentuk burung gagak
manusia berbadan serigala
api naga-naga padam sudah
para penyihir menanggalkan tubuh kuda mereka

Dan berubah menjadi kawanan bagal jinak
pasukan raksasa yang bertenda di tepian Duna

Menggenggam keras palu dan arit mereka

János, János, bangunlah!
hutan anggur perawan telah membuatmu lemah

Erang gairah sang dara bukan negeri ibumu

Pada pukul sepuluh malam
kutemukan rahasia sehelai puisi

Di Jalan Sándor Petőfi

Budapest-Balatonfüred, 2009
Puisi Anggur János
Puisi: Anggur János
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi tentang Ekonomi Masyarakat

Post A Comment:

0 comments: