Dalam Petaka

Engkau tumbuh dalam petaka.
Menelusup ke setiap bekas airmata, yang tertinggal di kamar, kantor, atau tubuh yang beku.
Dan kota-kota menyimpan mayatnya, menggali kuburnya,
di sepanjang jalan tanpa ada bekas airmata atau hujan yang lumpuh.
Dalam petaka, tangis yang kerap gerimis.
Lalu kotapun amis.
Hanya ringis, sesayup tipis.
Pasrah pada gerimis.
Dan kaudapati orang-orang memenggal kelewang, di sepanjang ingatan.

2014
Puisi Dalam Petaka
Puisi: Dalam Petaka
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Anak SD tentang Sahabat

Post A Comment:

0 comments: