Puisi Alex R. Nainggolan

Puisi: Akhir Februari (Karya Alex R. Nainggolan)

Akhir Februari ; torang nainggolan di pangkal tangismu yang bayi, sudah terlewat. remah yang membuatku tercekat, empat tahun yang memberat di …

Puisi: Dua Puluh Lima Februari (Karya Alex R. Nainggolan)

Dua Puluh Lima Februari yang teringat adalah debar kelahiranmu tangisan menerjang setiap sudut rumah sakit engkau, lelaki kecil me…

Puisi: Hujan Akhir Desember (Karya Alex R. Nainggolan)

Hujan Akhir Desember pada siapakah hujan bertamu? saat desember hampir habis ia meracau. terkadang lebat atau gerimis seharian mungkin t…

Puisi: Telepon Pintar (Karya Alex R. Nainggolan)

Telepon Pintar di dalam telepon pintar, tiba-tiba kautemukan dirimu sendiri. berlari dan mencari tempat sembunyi. dari segala kerumunan data sep…

Puisi: Dalam Tidurnya (Karya Alex R. Nainggolan)

Dalam Tidurnya telah dirampas semua mimpi. dalam tidurnya. ratusan bidadari berkumpul. pejaman mata yang menciptakan pelangi. seperti men…

Puisi: Fragmen-Fragmen Januari (Karya Alex R. Nainggolan)

Fragmen-Fragmen Januari hari menyembul bagai tunas muda. matahari cerah menerawan telanjang. kerumun lelah, setelah menghitung waktu da…

Puisi: Hujan Akhir Januari (Karya Alex R. Nainggolan)

Hujan Akhir Januari lampion merah menyala hujan akhir januari turun di lengkung matamu menyimpan temaram bulan membasah asa…

Puisi: Putri Lima Tahun (Karya Alex R. Nainggolan)

Putri Lima Tahun - syifa sudahlah putri kecilku, matikan televisi jangan biarkan harimu bubar dengan sinetron seharusnya engkau b…

Puisi: Sebuah Kota (Karya Alex R. Nainggolan)

Sebuah Kota (1) sebuah kota, kauberikan aku sepotong riwayat fragmen yang lama kaukerat juga bungkusan masalah yang merebut mimpi malam seb…

Puisi: Lidah Pelayaran (Karya Alex R. Nainggolan)

Lidah Pelayaran menjengukmu adalah mencecap getah pelayaran sebab bukan cuma kamu sendiri yang sedang sakit dan acapkali ada yang b…

Puisi: Pukul Dua Pagi (Karya Alex R. Nainggolan)

Pukul Dua Pagi terjaga dari mimpi yang hadir cuma puisi melintas dalam kerejap terasa basi dan tubuhku berkeringat meriang dalam lar…

Puisi: Rumah Perempuan (Karya Alex R. Nainggolan)

Rumah Perempuan - rina perempuan itu setia menunggu di rumah hingga suami tiba pulang dengan lelah dihantam genangan malam di…

Puisi: Ujung Berung (Karya Alex R. Nainggolan)

Ujung Berung Suara air jatuh Langkah runtuh Bukit-bukit menyimpan sakit Selembar angin Tersimpan di badan Bandung di kejauha…

Puisi: Istri (Karya Alex R. Nainggolan)

Istri  (1) ia memasukkanku ke dalam kamar ranjang yang hangat dan secangkir kopi di meja depan "selalu aku ingin menggambar huj…

Puisi: Bali (Karya Alex R. Nainggolan)

Bali bali adalah darah pura yang menahan sakit sepanjang hari orang-orang yang mati orang-orang yang pergi bali adalah janji pada…
© Sepenuhnya. All rights reserved.