Puisi Alex R. Nainggolan

Puisi: Caritas Romana (Karya Alex R. Nainggolan)

Caritas Romana* air susu yang putih. payudara yang penuh. rasa lapar yang menggelepar. geletar ingin. tapi darahku adalah satu. maka is…

Puisi: Laptop (Karya Alex R. Nainggolan)

Laptop ia membuka laptop -nya seperti daun  pintu. rindu dan kenangan berkubang. menelusuri kembali setiap folder yang berisi file kese…

Puisi: Terjebak Air Banjir (Karya Alex R. Nainggolan)

Terjebak Air Banjir - Hammad Ramadhan engkau terjebak air banjir berdiri menunggu dua malam di ketinggian tapi langit tak lagi biru c…

Puisi: Hari Jumat di Masjid Cut Mutia (Karya Alex R. Nainggolan)

Hari Jumat di Masjid Cut Mutia getar azan mencakar. menembus labirin, di selasar taman yang rindang. pohon-pohon rimbun, seperti turut me…

Puisi: Sepanjang Jalan Hujan (Karya Alex R. Nainggolan)

Sepanjang Jalan Hujan akhirnya kautembus juga hujan itu, kuyup diri sepanjang jalan. remang cuaca, genangan air tumpah. begitu panjang …

Puisi: Akhir Februari (Karya Alex R. Nainggolan)

Akhir Februari ; torang nainggolan di pangkal tangismu yang bayi, sudah terlewat. remah yang membuatku tercekat, empat tahun yang memberat di …

Puisi: Dua Puluh Lima Februari (Karya Alex R. Nainggolan)

Dua Puluh Lima Februari yang teringat adalah debar kelahiranmu tangisan menerjang setiap sudut rumah sakit engkau, lelaki kecil me…

Puisi: Hujan Akhir Desember (Karya Alex R. Nainggolan)

Hujan Akhir Desember pada siapakah hujan bertamu? saat desember hampir habis ia meracau. terkadang lebat atau gerimis seharian mungkin t…

Puisi: Telepon Pintar (Karya Alex R. Nainggolan)

Telepon Pintar di dalam telepon pintar, tiba-tiba kautemukan dirimu sendiri. berlari dan mencari tempat sembunyi. dari segala kerumunan data sep…

Puisi: Dalam Tidurnya (Karya Alex R. Nainggolan)

Dalam Tidurnya telah dirampas semua mimpi. dalam tidurnya. ratusan bidadari berkumpul. pejaman mata yang menciptakan pelangi. seperti men…

Puisi: Fragmen-Fragmen Januari (Karya Alex R. Nainggolan)

Fragmen-Fragmen Januari hari menyembul bagai tunas muda. matahari cerah menerawan telanjang. kerumun lelah, setelah menghitung waktu da…

Puisi: Hujan Akhir Januari (Karya Alex R. Nainggolan)

Hujan Akhir Januari lampion merah menyala hujan akhir januari turun di lengkung matamu menyimpan temaram bulan membasah asa…

Puisi: Putri Lima Tahun (Karya Alex R. Nainggolan)

Putri Lima Tahun - syifa sudahlah putri kecilku, matikan televisi jangan biarkan harimu bubar dengan sinetron seharusnya engkau b…

Puisi: Sebuah Kota (Karya Alex R. Nainggolan)

Sebuah Kota (1) sebuah kota, kauberikan aku sepotong riwayat fragmen yang lama kaukerat juga bungkusan masalah yang merebut mimpi malam seb…

Puisi: Lidah Pelayaran (Karya Alex R. Nainggolan)

Lidah Pelayaran menjengukmu adalah mencecap getah pelayaran sebab bukan cuma kamu sendiri yang sedang sakit dan acapkali ada yang b…

Puisi: Pukul Dua Pagi (Karya Alex R. Nainggolan)

Pukul Dua Pagi terjaga dari mimpi yang hadir cuma puisi melintas dalam kerejap terasa basi dan tubuhku berkeringat meriang dalam lar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.