Puisi: Keabadian Diam (Karya Cecep Syamsul Hari)

Keabadian Diam

berjalan di atas jembatan senyummu
kesakitanku terbakar dalam kenangan
teringat rumah kekalmu yang lama kutinggalkan
di mana jembatan berujung tak penting benar
bagi pengetahuan lempungku sejak cinta melembutkannya
bagai air laut menghaluskan cahaya matahari yang terbenam
pengetahuanku tentang kapan kau berduka
jauh lebih kuperlukan sebab senyummu sebab bagi segala kejadian

kelak aku sampai di rumah kekal itu
kesetiaanku sepercik air samudera bagi keabadian diammu
dan tersingkapnya rahasia senyummu

1992-1999
Puisi Keabadian Diam
Puisi: Keabadian Diam
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Cinta untuk Caption Instagram

0 Response to "Puisi: Keabadian Diam (Karya Cecep Syamsul Hari)"

Posting Komentar

close