Kesedihan Pagi Hari

Seperti malam sebelumnya, kau tinggalkan untukku cinta
yang melahirkan kesedihan pagi hari. Sebuah roman,
mungkin sebuah film atau mimpi, menanam musim gugur
dalam hatiku. Siang memanjang seperti batang
pohon pinus. Kurus dan langsing. Kuku kucingmu setajam taring
meninggalkan bekas-bekas luka di punggungku. Kumasuki sebuah
hari yang muram sekali lagi, segera setelah kau menghilang
di kamar mandi. Angin menerbangkan daun-daun
keras dan kering. Sekawanan burung di atas genting mengendus

bau hujan. Di atas piring bekas roti panggang kucium
harum mentega tubuhmu. Seperti malam sebelumnya,
dalam tidurku seorang peramal dan abad pertengahan
mengurungku dalam bola kristal. Menyihirku menjadi kesatria
sial, dalam dongeng yang kelam. Seseorang membangunkan aku
dengan igauan-igauan riang. Kutemukan tubuhmu telanjang,
berkeringat dan bersayap. Harus kuhentikan malam-malam
yang sedih ini. Menanam padi dalam hatiku. Jatuh cinta
hanya pada seorang perempuan. Menjadi anak kesayangan
ibu yang malang. Memberi makan burung-burung

di atas genting. Dan menggunting kukumu yang runcing.

1997
Puisi Kesedihan Pagi Hari
Puisi: Kesedihan Pagi Hari
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Syair tentang Bebek

Post A Comment:

0 comments: