Mengantar Sarawut Pulang

Ia pendiam seperti dua kawanku asal Thailand
Di Korea Selatan dua tahun silam

Di depan laptop Mac hampir setiap malam
Ia duduk di ruang depan rumah tamu Rimbun Dahan

Ia pantang alkohol dan seorang vegetarian

Sering aku seduhkan untuknya
Secangkir kopi atau teh pahit saja

Sebab ia menjauhi gula
Sebagaimana ia menghindari wanita

Ia pengikut setia jalan Budha

Sehari sebelum pulang kami bicara tiga jam lamanya
Berkali-kali ia mengeluh soal imigrasi dan visa

“I’m unhappy in this country,” ia berkata

Ke Pudu Raya hari itu kami mengantarnya pulang
Mencari bis jurusan Penang

Selangor, 2008
Puisi Mengantar Sarawut Pulang
Puisi: Mengantar Sarawut Pulang
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Indonesia Merdeka

Post A Comment:

0 comments: