Penginapan

Malam bagai kegelisahan seorang perempuan
Bali pemalu. Kutinggalkan kawanku di penginapan,
sendiri dalam kekaguman memandang rambut panjang
seseorang. Ah, seperti kafe-kafe masa lalu, di sini
kesedihan menggodaku untuk meninggalkanmu. "Killing me
softly," bisik sepi seraya mengiris lambchop
dengan hatiku. Tidak, aku harus segera minta maaf

kepada dia yang diam-diam memberiku segenggam kenangan
setiap pagi, di depan pintu kamarku, di sudut yang jauh
selalu. Tiba di penginapan seperti sampai di ujung
perjalanan yang riang. Kuketuk pintu itu. Hatimu
terkunci di situ. "Bunuhlah aku dengan lembut," kataku,
sambil mengenang lima puluh satu tahun cahaya
wajah ibuku. Namun dengan airmata
bergegas kau tutup pintu kamarmu. "Kembalilah esok pagi,"

bisikmu, "mungkin tak akan pernah aku memaafkanmu."

1997-1999
Puisi Penginapan
Puisi: Penginapan
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Penulis Tamu

Post A Comment:

0 comments: