Sandal Jerami

Seseorang menimang sepi kesedihanku
Seseorang bermata cerah tidur di hatiku

Luka melahirkan luka,
diam dan angin tumpah di tudung meja.

Mengapa pertemuan singkat
selalu mengandung kutukan?

Aku menahan nafas,
melihat masa lalu dari pusat jendela.

Busa kopi seperti kapas, tali sepatu terlepas.

Berhentilah memandangku:
kau sedang membunuhku.

Sepasang cangkir dan lengan kursi
menulis puisi

Bercakaplah sesuatu yang bersahaja.
Tentang wajahmu yang bercahaya
setiap kali teringat rumah dan udara senja.

Selamat tinggal. Sandal jerami di beranda yang jauh
telah menyihirku menjadi kupu-kupu.

Kau memungut sapu tangan,
lembab dan ungu. Di seberang impian.

Selamat tinggal. Akan kukirim kisah-kisah genji
dan lampion redup dalam amplop tertutup.

Seseorang bermata cerah melambaikan tangan
sehabis menyentuh daguku.

2000-2003
Puisi Sandal Jerami
Puisi: Sandal Jerami
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi tentang Keadaan Negara Saat Ini

Post A Comment:

0 comments: