Anak Kecil di Tengah Lautan

Kita tidak pernah belajar
bagaimana para nelayan berlayar.

Ketika ombak datang
didorongnya ke muka
perahu kecil yang terbuka

Kita pun tidak berani mengeringkan tubuh
di tengah lautan
menantang angin
mengelantang diri
di terik matahari

Ah betapa malunya!

Hati kita ciut
ketika perahu oleng
kitalah orang-orang cengeng

Dan betapa malunya
ketika terlihat seorang anak kecil
sendirian dalam perahu
sementara orang-orang dewasa
terjun
merentang jaring

Dan betapa malunya
ketika punggung-punggung ombak mengangkat perahu
sementara si anak duduk anggun
bagai kupu-kupu dalam kebun.

Ombak-ombak
tunduk dan jinak
bagai kerbau dungu
yang di punggungnya
duduk penggembalanya:

seorang anak kecil
dengan cambuknya yang mungil

Kita tidak pernah belajar
tentang keberanian.
padahal seorang anak kecil
duduk sendirian

dalam perahu

di tengah lautan.

Cijulang, Januari 1973
Puisi: Anak Kecil di Tengah Lautan
Puisi: Anak Kecil di Tengah Lautan
Karya: Dodong Djiwapradja
    Catatan:
    • Dodong Djiwapradja lahir di Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 25 September 1928.
    • Dodong Djiwapradja meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2009.
    Baca Juga: Puisi Cinta NKRI

    Post A Comment:

    0 comments: