Puisi: Bukan Teka-Teki Bergambar (Karya Linus Suryadi AG) Bukan Teka-Teki Bergambar bukan teka-teki bergambar, aku sadar bahwa gaung yang terpencar senyap sunyi berkabar dari riap cadarmu yang samar sudah me…
Puisi: Begitukah Pandangmu, Sayup, Bagai Bintang (Karya Linus Suryadi AG) Begitukah Pandangmu, Sayup, Bagai Bintang Begitukah pandangmu, sayup, bagai bintang kemolekan bercahaya, menyu…
Puisi: Bel Berdering Adakah Kau Tahu (Karya Adri Darmadji Woko) Bel Berdering Adakah Kau Tahu ada pesawat jet ketika kutulis sajak ini ada dering tilpun ketika diam-diam kutulis sajak ini ada yang tidak kumengerti…
Puisi: Cocktail Party (Karya Toeti Heraty) Cocktail Party meluruskan kain-baju dahulu meletakkan lekat sanggul rapi lembut ikal rambut di dahi pertarungan dapat …
Puisi: Barangkali Telah Kuseka Namamu (Karya Goenawan Mohamad) Barangkali Telah Kuseka Namamu Barangkali telah kuseka namamu dengan sol sepatu Seperti dalam perang yang lalu kauseka namaku. Barangk…
Puisi: Yang Menangis dalam Air Mata (Karya Upita Agustine) Yang Menangis dalam Air Mata Yang melihat tak menampak Yang menggamit tak memanggil Yang mendengar tak menyahut Berbisik tak bersuara Ber…
Puisi: Di Bawah Lampu (Karya Hadi Utomo) Di Bawah Lampu Di bawah lampu sebuah restoran kecil Mengantarku saat jam-jam bergerak lambat-lambat. Dalam gerimis menggigil Bayangan itu jatuh. Daku…
Puisi: Tarakan (Karya Korrie Layun Rampan) Tarakan Pulau kecil mendongak langit Dan mengaca taut yang tertawa Angin di bandar dan pawang Membaca mantera buaya Tambur perang di dadanya Mengetuk…
Puisi: Di Balik Matahari (Karya Surachman R.M.) Di Balik Matahari Dari balik matahari kukirimkan salam ini agar tiba di pangkuanmu. Ketika pertama kali salju turun menaburi bumi utara kukirimkan sa…
Puisi: Wanita dan Bumi Merdeka (Karya Diah Hadaning) Wanita dan Bumi Merdeka Sejarah menulisnya, dari kejayaan Ratu Sima sampai Gayatri dari kepahlawanan Cut Nyak Dhien sampai Laskar Srikandi …
Puisi: Minang (Karya Hartojo Andangdjaja) Minang Inilah tanah, dimana Sabai dilahirkan di mana Malin, si durhaka, menerima kutukan di mana kaba ialah sebagian dari kehidupa…
Puisi: Siang di Pekarangan (Karya Frans Nadjira) Siang di Pekarangan Lengang menyelinap di antara bayang-bayang ketiak daun seekor kumbang kelapa menyeret dirinya di atas pas…
Puisi: Permainan (Karya Soekoso DM) Permainan malam itu, sepimu sepiku jadi api malam ini, apiku apimu jadi bayi (potret di rak buku mengutuk kau aku) 1973 Sumber: Horison (Februari, 19…
Puisi: Cintaku Bekerja Sepanjang Siang dan Malam (Karya Hartojo Andangdjaja) Cintaku Bekerja Sepanjang Siang dan Malam Cintaku pergi dalam kabut fajar di hari remang turun dari jenjang rumah-rumah lengang menyusuri j…