Puisi: Anak Pasar (Karya M. Balfas)

Anak Pasar

Gang sudah tersumbat:
mau terus mesti meloncat
dari manusia berbondong-bondong.
Rebut cepat, karcis kelas empat,
kalau mau nonton lanjutan berita perang.
Tapi awas, kaki jangan patah,
Kau nanti nangis sendirian
Di bawah telapak yang mau lewat.

Kalau malam sudah sepi
pergi tidur di atas rel kereta api
Ah, dingin besi sudah cukup ngeri
jangan lagi kasi mimpi,
ke mana ini rel pergi.
Dan jangan lagi ada ulangan
cerita tadi:
Orang tua tidak punya hari
bersandar pada tembok.
Dan mereka yang masih cukup punya hati
tembak dia sampai mati.

Senin, 2 Februari 1953
Puisi: Anak Pasar
Puisi: Anak Pasar
Karya: M. Balfas
    Catatan:

    • Nama lengkap Muhammad Balfas.
    • M. Balfas lahir di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, 25 Desember 1922.
    • M. Balfas meninggal dunia di Jakarta, 5 Juni 1975 (pada umur 52 tahun).
    • M. Balfas termasuk dalam Angkatan '45.



    Baca Juga: Puisi Cinta Zaman Dulu

    0 Response to "Puisi: Anak Pasar (Karya M. Balfas)"

    Posting Komentar

    close