Di Seberang Tanah Mengandung
(kepada DYP Raja Malewar)

Serasa terjadi lusa
Takkan mungkin lupa
Payung kuning dikembangkan di udara
Dentam meriam tengah hari
Menyentak diriku
Saat kau berangkat
Ke Semenanjung

Serasa terjadi lusa
Takkan mungkin lupa
Saat kau turuni anak tangga
Diiringi sedan perempuan
Berpantun berbuah buah
Kau takkan kembali

Serasa terjadi lusa
Takkan mungkin lupa
Kau berangkat dalam tata cara
Pedang jenawi menghunjam bumi
Tombak janggi* mencucuk langit
Gong bersipongang
Kaukah itu
Yang tak lagi kembali

Ke tanah asal ini
Ketika perahumu oleng
Di riam sejarah
Kabar murung Pagaruyung

Serasa terjadi lusa
Takkan mungkin lupa
Kutangisi pesan pesanmu
Sepanjang rambut sehelai sebatil**
Di Tanah Mengandung***

1992


*Tombak janggi = sejenis tombak warisan kerajaan Pagaruyung.
**Rambut sehelai sebatil = peralatan utama yang dipakai untuk penobatan Raja Negeri Sembilan yang dibawa dari Pagaruyung.
***Tanah Mengandung = nama mula-mula kawasan kerajaan Negeri Sembilan yang diperintah oleh Raja Malewar.
Puisi: Di Seberang Tanah Mengandung
Puisi: Di Seberang Tanah Mengandung
Karya: Upita Agustine
    Catatan:
    • Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, M.P.
    • Nama Pena: Upita Agustine
    • Nama Lengkap: Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib.
    • Upita Agustine lahir di Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatra Barat, 31 Agustus 1947.
    Baca Juga: Puisi Episode Air Mata

    Post A Comment:

    0 comments: