Garut
Kepada Madro'i
(Pembajak Sawah)

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Kiranya hijau menjadi merah
Api menjilat membakar rumah

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Di bukit-bukit ajal bersarang
Maut mengintip maut menanti

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Di jalan ke kota petani berpesan
Padi menguning jeruk menjadi

Desa dikenang kenanglah sayang!
Langit mendung didukung gunung
Setiba angin mendaki tebing
Hujan tumpah tak terkira
— dan di sini mereka berkampung
Pagi tiba sampai di kota

Desa dikenang desa terbayang
Ah, kali yang memanggil mati
Panen terakhir nyawa penghabisan
Sawah dan ladang sepi menanti

1955
Puisi: Garut
Puisi: Garut
Karya: Dodong Djiwapradja
    Catatan:
    • Dodong Djiwapradja lahir di Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 25 September 1928.
    • Dodong Djiwapradja meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2009.
    Baca Juga: Puisi Cinta Luar Biasa

    Post A Comment:

    0 comments: